Headline Tribun Timur
Terhambat Musim Hujan
Sejak dinyatakan retak pada Juni 2021, kencaraan roda empat dilarang melintasi Jembatan Pute.
Nilai kontrak senilai Rp 15.853.201.000.
Adapun Konsultan Supervisinya adalah PT Arphala Wiratama Konsultan dan PT Arezmah Multi Konsultan.
Arman menjelaskan bahwa pengerjaan yang dilakukan yakni perbaikan dan penguatan pada struktur utama jembatan.
Seperti struktur utama pada bagian pelengkung dan juga penguatan pada lantai jembatan.
Ia menyebutkan, selama ini jembatan tersebut mengalami keretakan.
Hal tersebut terjadi karena volume dan beban kendaraan yang melebihi kapasitas.
Menurutnya, selama ini jembatan gantung itu telah menerima beban yang melebihi kapasitas. Sehingga dilakukan perbaikan.
Bagian yang mengalami keretakan dan kerusakan itulah yang dikerjakan serta diberi penguatan tambahan lain pada beberapa struktur jembatan.
"Beban kendaraan sebelumnya yang berlebihan sehingga berefek pada hanger pendek jembatan," katanya.
Arman membeberkan, pengerjaan proyek terhambat karena datangnya musim hujan.
Sebab, pengerjaan jembatan itu berada di ruang terbuka.
"Yah memang hujan menjadi salah satu kendala dalam bekerja. Tapi itu bukan penghalang bagi kami untuk menyelesaikan tepat waktu," kata alumnus Universitas Muslim Indonesia (UMI) itu.
Setiap hari, 13 pekerja berjibaku mengejar target penyelesaian proyek.
Berhubung karena sudah memasuki musim hujan, pekerjanya kadang bekerja hingga lembur.
Normalnya, kata Arman, mereka bekerja mulai pukul 08.00 Wita hingga 17.00 Wita.
Namun karena waktu pekerjaan sudah mendekati deadline, sementara musim hujan sudah mulai turun, sehingga mereka memaksa diri dalam bekerja.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Jembatan-pute-dipebaiki.jpg)