Tribun Bulukumba
Pelaku Kriminal Didominasi Anak dari Keluarga Berantakan di Bulukumba
Aksi kriminal melibatkan anak terus terjadi di Kabupaten Bulukumba. Polisi meminta ada solusi lain untuk mencegah anak-anak jadi pelaku kriminal.
*Polisi Dorong Solusi Lain
TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA-Aksi kriminal di Kabupaten Bulukumba melibatkan anak terus terjadi.
Anak ini bertindak sebagai pelaku maupun sebagai korban.
Rata-rata pelaku berasal dari keluarga broken home atau kedua orangtua bercerai.
Pihak Polres Bulukumba mengungkapkan, sekitar 80 persen kasus kriminal anak berasal dari keluarga broken home.
Kasus tersebut melibatkan kasus pencabulan, kasus pembusuran dan kasus kriminal lainnya.
"Ada sekitar 80 persen kasus kriminal anak yang kami tangani berasal dari keluarga broken home (perceraian)," kata Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Abustam, Selasa (16/12).
Pengungkapan itu berdasarkan hasil pendalaman Abustam terhadap seluruh pelaku kriminal dan korban.
Baca juga: Kasus Oknum Guru Lecehkan Siswanya di Bulukumba Mulai Dilidik Polisi, Saksi Sudah Diperiksa
Anak-anak terlibat kriminal tersebut karena harmonisasi orang tua mereka tidak sehat termasuk lingkungan mereka.
Selain berasal dari keluarga broken home, juga ada dari keluarga yang berasal dari keluarga yang kurang bagus ekonominya.
Dari beberapa kasus kriminal anak, ada yang merupakan pelaku residivis.
Mantan Kasat Reskrim Polres Sinjai ini mengungkapkan kasus kriminal yang ditangani itu tidak cukup penindakan hukum sebagai efek jera.
Namun perlu solusi penanganan lain.
Ia menyebut bahwa salah satunya oknum anak melakukan perbuatan kriminal karena faktor ekonomi.
Seperti pelaku pencurian dan aksi kenakalan lainnya.
Baca juga: 80 Persen Kasus Kriminal Anak di Bulukumba Berlatar Belakang Keluarga Broken Home
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Pelaku-kejahatan-berasal-dari-keluarga-broken-home-di-Bulukumba.jpg)