Aplikasi
Unhas Luncurkan Produk Aplikasi Kenal Ikan Kerapu Kakap
Kebanyakan hasil penelitian dosen tidak matching dengan kebutuhan masyarakat, industri dan pasar
TRIBUN-TIMUR.COM - Universitas Hasanuddin (Unhas) saat ini telah mengantongi 120 paten penelitian. Namun jumlahnya bisa dihitung jari yang bisa diaplikasikan ke masyarakat. Rata-rata hasil penilitian dosen Unhas hanya berakhir di publikasi ilmiah, jurnal, dan ruang-ruang seminar.
‘’Kebanyakan hasil penelitian dosen tidak matching dengan kebutuhan masyarakat, industri dan pasar. Apalagi kondisi Sulsel yang indsutri besarnya sangat kurang, yang ada hanya pegusaha dan pedagang, jadi susah mendapatkan mitra untuk memproduksi hasil penelitian,’’ ujar Direktur Inkubasi Bisnis Teknologi dan Science Techno Park Unhas, Prof Dr Ir Abu Bakar Tawali ketika menghadiri acara Launching Produk Aplikasi Kenal Ikan Kerapu Kakap (AKI K2), di hotel Gammara, Rabu, (14/12).
Abu Bakar yang mewakili Rektor Bidang IV Unhas, menjelaskan, saat ini Unhas mendorong dosen dan inventor untuk menghasilkan penelitian yang bisa langsung digunakan masyarakat, bernilai ekonomi dan sosial.
Nantinya hasil penilitian dosen diharapkan tak hanya menghiasi publikasi dan jurnal ilmiah.
Menurut Abu Bakar, rata-rata penelitian terapan Unhas masih pada Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) 5-6 dari skala tingkat kesiapan terknologi 1-9.
‘’Saya berharap dengan diluncurkannya AKI K2 ini, bisa membantu masyarakat, pengusaha hasil laut, dan peneliti untuk mendapatkan data akurat tentang ikan kerapu dan kakap,’’ kata alumni Technische Universitaet Clausthal, Jerman itu.
Abu bakar juga mengakui salah satu kendala yang dihadapi para inventor/peneliti Unhas untuk menghasilkan penelitian berkualitas dan siap diaplikasikan ke masyarakat dan industri, yakni kurangnya periset kolaborasi, yang ada periset sendiri-sendiri.
Padahal hasil dari riset kolaborasi sangat baik karena melibatkan beberapa ahli di berbagai bidang, sehingga hasil penelitian yang dihasilkan lebih sempurna.
‘’Saya sangat mengapresiasi hasil kerja teman-teman inventor dari Fak. Ilmu Kelautan dan Perikanan, Fak. Teknik, Fakultas MIPA Unhas, dan UMI yang telah berkolaborasi menghasilkan karya terbaik. Saya juga berterima kasih kepada mitra peneliti Kedaireka Kemendikbud yang telah memberi dukungan finansial,’’ ujar ahli Teknologi Pangan itu.
Matching Fund Tahun 2022
Dr Nadiarti Nurdin ketua tim inventor pembuatan AKI K2, menjelaskan, hasil temuannya dan tim memudahkan pendataan jenis kerapu kakap termasuk estimasi ukuran panjang dan bobot ikan dan sudah siap digunakan untuk mendeteksi 18 jenis kerapu kakap dari 80 spesies.
Doktor bidang Ekologi dan Pengelolaan Sumberdaya Perairan ini mengklaim temuannya merupakan aplikasi pertama yang mampu merekognisi ikan kerapu kakap berbasis spesies.
“Aplikasi AKI K2 bermanfaat bagi pendata perikanan, pelaku usaha perikanan dan peneliti kerapu kakap,’’ ucap dosen Manajemen Sumberdaya Perairan Unhas itu.
Nadiarti menjelaskan, penelitian yang mereka lakukan merupakan Program Kedaireka Matching Fund Tahun 2022 dan melibatkan beberapa peneliti di Unhas dan UMI.
Dr Indrabayu ST MT MBusSys, salah satu anggota tim inventor menjelaskan, ke depannya, aplikasi tersebut akan disempurnakan dengan memuat data lengkap 80 spesies ikan kerapu dan kakap.