Bawaslu Maros Rancang Strategi Pengawasan Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2024

“Segala temuan kami teruskan menjadi saran perbaikan bagi KPU untuk ditindaklanjuti,” papar Gazali.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
Istimewa
Suasana di Sekretariat Bawaslu Maros, Sulawesi Selatan. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Selama proses Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) di tahun 2022, Bawaslu Maros banyak menemukan hasil pengawasan terkait pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS), namun belum dimutakhirkan oleh KPU.

Hal itu diungkapkan Anggota Bawaslu Maros, Muh Gazali Hadis, Senin (5/12/2022).

“Segala temuan kami teruskan menjadi saran perbaikan bagi KPU untuk ditindaklanjuti,” papar Gazali.

Ia melanjutkan pengawasan daftar pemilih pada tahun 2024 akan semakin massiv dilakukan. 

Lantaran telah terbentuk Panwaslu Kecamatan di semua kecamatan.

“Kita akan mengatur strategi pengawas dalam mengawasi daftar pemilih ini bersama Panwaslu Kecamatan, karena pemilu berintegritas salah satu tolak ukurnya adalah daftar pemilih yang berintegritas pula”, pungkasnya.

Sebelumnya, Bawaslu Maros juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Maros terkait pemetaan data terkait panti sosial, pondok pesantren dan pemilih disabilitas di kabupaten Maros.

"Pendataan ini sangat penting untuk mengidentifikasi data pemilih disabilitas di kabupaten Maros dalam rangka pencegahan hilangnya hak pilih pemilih potensial dan penyandang disabilitas pada pemilu 2024," ujar Gazali.

Kegiatan ini, lanjut dia, dalam rangka pemetaan lokasi dan data pemilih rawan yang memerlukan TPS khusus pada hari pemungutan suara Pemilu 2024. 

"Lantaran potensi hilangnya hak pilih pemilih warga panti sosial dan penyandang disabilitas cukup besar," tururnya.

Ia menjelaskan pada saat di TPS, KPU hanya menyediakan braille (alat bantu tuna netra).

"Jangan sampai kebutuhan disabilitas selain tuna netra tidak terpenuhi," sebutnya.

Bawaslu menjamin akan mempermudah akses bagi penyandang disabilitas yang ingin menyalurkan suaranya pada pemilu dan pemilihan.

"Kami memastikan hak pilih dan aksesibilitas penyandang disabilitas di Maros. Dimulai dari pemetaan dan pendataan administrasi pemilih potensial dan penyandang disabilitas," lanjutnya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved