UMK Makassar

UMK Makassar 2023 Diprediksi Naik, Pemkot Harap Perusahaan Tak PHK Karyawan

Rencananya, Pemkot Makassar akan menetapkan UMK pada Jumat (3/11/2022).Nielma menyampaikan, UMK Makassar sudah dipastikan mengalami kenaikan.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar Nielma Palamba.  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makasar Nielma Palamba berharap perusahaan tidak melakukan pemutusan hak kerja (PHK) atas keputusan penyesuaian Upah Minimun Kota (UMK) Makassar.

Rencananya, Pemkot Makassar akan menetapkan UMK pada Jumat (3/11/2022).

Nielma menyampaikan, UMK Makassar sudah dipastikan mengalami kenaikan.

Dimana UMK Makassar tiap tahunnya selalu lebih tinggi dari UMP.

"UMK selalu tinggi dari UMP, seperti tahun lalu tidak ada kenaikan UMP tapi Makassar ada kenaikan 2 persen, kalau dirupiahkan sekitar 130 ribu," ucap Nielma Palamba di ruang kerjanya, Rabu (30/11/2022).

"Pasti naik dari tahun lalu. Karena memang formulasi baru pasti ada kenaikan," sambungnya.

Nielma berharap, dengan adanya penyesuaian UMK, iklim investasi di Makasar tetap terjaga.

Disamping itu, produktivitas perusahaan juga tetap stabil.

Nielma mengaku, penyesuaian ini cukup memberikan perusahan, karena akan berpengaruh terhadap produktivitas.

"Pasti mereka akan fokus biayai SDM dan produknya, kita harap ini diterima dengan lapang dada, karena ini sudah ketentuan pemerintah yang kita laksanakan karena sudah tidak ada pedoman lain yang dijadikan formulasi," ujarnya.

Banyak yang khawatir, penyesuaian UMK bakal berdampak pada nasib karyawan

Namun Nielma berharap tidak ada PHK yang dilakukan oleh perusahaan agar kesejahteraan pegawai tetap terjaga.

Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Selatan diharapkan memaksimalkan perannya untuk mengawasi perusahan.

Sementara Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar akan melarikan pembinaan terhadap pelaku usaha untuk menjadikan penerapan UMP berjalan baik.

"Kita tidak berharap pelaku usaha melakukan PHK kalau UMK tinggi, itu kekhawatirannya tidak bisa menghidupi perusahaan dan karyawan. Kalau terlalu tinggi maka pelaku usaha tidak bisa lagi eksis Karena biaya untuk karyawan besar," tuturnya.

Sementara itu Wali Kota Makassar Danny Pomanto menyampaikan belum bisa memberi komentar soal UMK 

Ia mengunggu hasil rapat dari Dewan Pengupahan terkait keputusan UMK.

"Kita tunggu hasil dari dewan pengupahan, mereka yang bahas," tuturnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved