Teror Busur

Kapolda Sulsel Irjen Nana Sudjana Perintahkan Tembak Pelaku Teror Busur di Tempat

Intruksi tembak di tempat bagi para pelaku busur itu, terang Nana, tidak terlepas dari hasil kordinasi dengan tokoh agama dan masyarakat.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ari Maryadi
TRIBUN-TIMUR.COM/Muslimin Emba
Saat Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana memimpin press release hasil pengungkapan Operasi Pekat Lipu di kantornya, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (30/11/2022) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kapolda Sulsel Irjen Nana Sudjana, mengintruksikan jajarannya untuk tidak segan menembak di tempat pelaku busur ataupun begal.

Hal itu disampaikan Irjen Nana saat merilis kasus Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Lipu di Mapolda Sulsel, Rabu (30/11/2022) siang.

"Terhadap pelaku kejahatan crime (kriminal) yang meresahkan masyarakat, termasuk di dalamnya kasus pembusuran," kata Irjen Pol Nana Sudjana.

"Kami akan lakukan tindakan tegas terukur sampai pada tahapan kami akan lakukan tembak di tempat, jika membahayakan atau mengancam jiwa orang lain termasuk petugas," tegasnya.

Intruksi tembak di tempat bagi para pelaku busur itu, terang Nana, tidak terlepas dari hasil kordinasi dengan tokoh agama dan masyarakat.

"Jadi kami memberikan imbauan, tentunya ini adalah hasil koordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan instansi terkait," ujar Nana.

Terlebih kata dia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel telah mengeluarkan maklumat haramnya membuat, membawa serta menggunakan busur dan senjata tajam lainnya untuk melukai orang lain.

"Khusus MUI, MUI telah mengeluarkan maklumat yang isinya adalah mengharamkan, menyimpan, membawa dan menggunakan senjata tajam, busur untuk meneror," ucap Nana

"Dari maklumat tersebut, MUI mengharapkan kepada petugas untuk menindak tegas para pelaku," bebernya.

Sikap tegas Irjen Nana Sudjana itu, juga tidak terlepas dari maraknya aksi kejahatan jalanan yang menggunakan senjata tajam ataupun busur.

Terbukti dari banyaknya jumlah kasus busur yang diungkapkan Ditreskrimum Polda Sulsel dan jajaran polres dalam 20 hari Operasi Pekat Lipu.

Tercatat, ada 39 kasus penganiyaan, lima penganiayaan berat, empat pengancaman dan tujuh pengeroyokan.

Khusus yang menggunakan busur sebanyak 18 kasus dan 25 yang menggunakan badik.

Sementara, barang bukti busur yang disita dalam operasi Pekat Lipu itu sebanyak 241 anak panah dan 22 ketapel serta 32 badik.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved