Opini
Jihad Konstitusi Muhammadiyah
Bisa saja Muhammadiyah mengambil sikap untuk melembagan secara khusus dalam organisasi Muhammadiyah keberadaan MAHUTAMA.
Oleh:
Fajlurrahman Jurdi
Dosen Fakultas Hukum Unhas dan Anggota Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (MAHUTAMA)
TRIBUN-TIMUR.COM - Muktamar Muhammadiyah berlangsung pada 19-20 November 2022.
Pembukaan berjalan dengan meriah, warga Muhammadiyah berdesakan dari semua tempat.
Gemuruh lautan manusia sungguh menakjubkan.
Kerinduan warga Muhammadiyah setelah menanti tujuh tahun terobati.
Mereka datang dengan ragam cara. Ada yang naik sepeda, ada yang jalan kaki, naik kapal, pesawat, mobil dan sebagainya.
Mereka rela tak dapat tempat tidur yang layak, karena sesaknya suasana kota Solo.
Penuh semua hotel dan penginapan. Sebagian sepertinya membangun tenda.
Inilah warga Muhammadiyah, selalu ikhlas dan total mengurus organisasi.
Tak heran jika Organisasi ini menjadi begitu kaya raya, karena mereka menyerahkan harta dan waktu untuk mengurusnya.
Dengan kekayaan dan kemandirian itulah pula yang menyebabkan Muhammadiyah selalu bisa berdiri netral dan seimbang dengan Negara.
Negara tidak bisa melakukan intervensi ke dalam, meskipun sebagian elite Muhammadiyah memiliki kedekatan dengan kekuasaan.
Kedekatan itu tidak bisa membawa mereka agar Muhammadiyah berpelukan erat dengan Kekuasaan.
Hubungan Negara dan Muhammadiyah selalu dalam kondisi wajar.
Dalam muktamar ini, banyak isu yang dibahas, banyak tema yang diangkat, serta tidak sedikit persoalan yang menjadi catatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dosen-422.jpg)