Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Alasan Pria Asal Bogor Palsukan Kematiannya Usai Terjerat Utang Rp1,5 M

Urip Saputra merekayasa kematiannya setelah terjerat utang Rp1,5 M di tempatnya bekerja.

Editor: Sudirman
Youtobe Tribun Timur
Sandiwara Urip Saputra (40) pria asal Bogor merekayasa kematiannya akhirnya terbongkar.  Urip sengaja merekayasa kematiannya karena terjerat utang sebesar Rp1,5 miliar. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sandiwara Urip Saputra (40) pria asal Bogor merekayasa kematiannya akhirnya terbongkar. 

Urip sengaja merekayasa kematiannya karena terjerat utang sebesar Rp1,5 miliar.

Hal ini disampaikan Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin, Sabtu (19/11/2022).

Skenario pura-pura meninggal kemudian hidup kembali untuk menghindari kejaran debt collector.

Urip Saputra ingin menggunakan identitas baru setelah berpura-pura meninggal dunia.

"Ide untuk pura-pura mati ini datang dari US untuk menghindari kewajibannya membayar utang dari tempatnya bekerja sebesar Rp 1,5 miliar," ungkap Iman Imanuddin kepada wartawan, Sabtu.

Utang Urip Saputra sebesar Rp1,5 M digunakan untuk keperluan pribadi seperti membeli properti.

Iman mengungkapkan, semua rekayasa kematian lalu hidup kembali itu bermula karena Urip merasa malu punya utang di tempatnya bekerja.

Sebab, diketahui Urip menduduki jabatan tertentu dalam sebuah organisasi.

Sehingga dari hasil pemeriksaan telah dipastikan bahwa Urip tidak pernah mengalami kematian.

"Hasil pemeriksaan yang kita lakukan itu sudah terkonfirmasi bahwa US tidak pernah mengalami kematian. Keluar (hidup lagi) dari peti itu sudah direncanakan oleh US," ujar dia.

Urip mulai merekayasa kematiannya setelah pulang dari Semarang.

Saat itu, Urip dan istrinya tidak langsung berangkat menuju rumahnya di Rancabungur, Kabupaten Bogor.

Namun, Urip bersama istrinya pergi ke Jakarta untuk menyusun skenario kematian itu.

"Mulai awal punya ide tersebut setelah US pulang dari Semarang. Dia menginap terlebih dahulu di Jakarta. Karena memikirkan kewajibannya (bayar utang) itu kemudian terpikirkanlah jalan pendek pura-pura mati," bebernya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved