Liga 1
Dua Opsi Sistem Kompetisi Liga 1 Beredar, PT LIB Akan Putuskan Paling Lambat Dua Pekan
Dalam draf home and away, Liga 1 di mulai kembali 18 November 2022, target rampung 16 April 2023.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Hasriyani Latif
Seri ketiga pertandingan pekan 29-34. Waktunya, 4 Maret-16 April 2023
Sistem kompetensi bubble to bubble ini juga akan beririsan dengan agenda internasional, seperti Piala Dunia, Piala AFF dan Piala Asia U-20.
Pertandingan padat potensi terjadi Desember 2022 hingga Maret 2023.
Pada Desember setiap klub bisa bermain hingga enam kali. Lalu lima kali pada Januari-Februari 2023
Waktu recovery hanya lima hari.
Kompetisi jika dilaksanakan terpusat digelar di wilayah, yakni Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur serta Jabodetabek.
Stadion disiapkan di Jawa Tengah sebagai alternatif yaitu, Stadion Jati Diri, Semarang, Stadion Moch Soebroto, Magelang, Stadion Maguwoharjo, Sleman dan Stadion Sultan Agung, Bantul.
Di Jawa Timur ada Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Stadion Brawijaya, Kediri, Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Madura dan Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan.
Di Jabodetabek, Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Stadion Pakansari, Bogor, Stadion Indomilk Arena, Tangerang dan JIS Stadium (opsional).
Kepala Hubungan Media PT LIB Hanif Marjuni saat dikonfirmasi membenarkan opsi sistem kompetisi Liga 1 yang beredar.
Namun, ia mengatakan semua itu masih opsi. Belum ada keputusan final.
"Benar, semua masih opsi," katanya melalui WhatsApp, Sabtu (5/11/2022).
Dia menyampaikan, sistem kompetisi akan disepakati pada pertemuan dengan pemilik klub Liga 1 selanjutnya. Rencananya, dua pekan ke depan.
"Nanti akan disepakati pada pertemuan berikutnya. Paling lambat dua pekan ke depan," terang mantan Media Officer Persija Jakarta ini.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Opsi-sistem-kompetisi-jika-Liga-1-dilanjutkan.jpg)