KDRT

Parah! Oknum Polisi dari Polres Sinjai Dilapor Istri Sendiri, Kasus Dugaan KDRT dan Pencurian

Oknum polisi tersebut dilaporkan usai melakukan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya sendiri Ningsih (37).

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Muh. Irham
Tribun Timur/Muh Sauki Maulana
Korban Ningsih bersama Kuasa hukumnya Syafril Hamzah saat melakukan konfrensi pers, Rabu (12/10/2022). Ningsih menyebutkan dirinya sering dianiaya oleh suaminya tersebut tanpa sebab 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Anggota Polri berinisial Brigpol FPP (34) yang bertugas di Polres Sinjai dilaporkan ke Polda Sulsel.

Oknum polisi tersebut dilaporkan usai melakukan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya sendiri Ningsih (37).

Kasus tersebut diterima Polda Sulsel dengan nomor laporan: LP/B/870//111/2022/SPKT POLDA SULSEL tertanggal 23 Agustus 2022. 

Tak hanya itu, Brigpol FPP juga dilaporkan kasus tindak pidana pencurian dalam keluarga dengan nomor laporan : STTLP / B / 1041 / X / 2022 / SPKT / POLDA SULSEL tertanggal 6 Oktober 2022.

Korban Ningsih menjelaskan, awalnya pernikahannya berjalan seperti pasangan suami-istri pada umumnya.  

Dirinya menikah dengan Brigpol FPP pada bulan September 2020 lalu. 

"Namun pada awal tahun 2021 sifat (kasar) mulai kelihatan. Pemukulan, dia itu pokoknya sudah sering melakukan KDRT, kalau misalnya kita berantem atau cekcok itu langsung dia itu sangat kasar," katanya saat menggelar konferensi pers di salah warkop di Kota Makassar, Rabu (12/10/2022). 

Dirinya menambahkan, saat cekcok terjadi, sang suami bahkan sampai tega untuk melakukan pemukulan terhadap dirinya. 

"Saya dipukul sampai lebam begini (memperlihatkan bukti foto pemukulan). Bahkan di situ ada sepupu saya. Waktu itu satu hari sebelum lebaran, ada sepupu saya, keluarga saya datang. Kalau keluarga datang, kita ngobrol itu berisik toh, dia marah dia bangun tidur, tiba-tiba dia tanpa aba-aba langsung tinju saya beberapa kali sampai lebam," jelasnya. 

Tak sampai di situ, kata Ningsih, dirinya juga pernah dicekik oleh sang suami. Pada saat itu, dia menaruh kecurigaan kepada sang suami yang selingkuh.

"Setiap kita bertengkar dia kasar, fisik, pokoknya kasar sekali. Tapi setiap saya ingin melapor, dia itu manipulatif sekali pintar sekali merayu. Pokoknya kalau dia sudah (KDRT) ini, kita itu kaya dihipnotis. Setelah dibaek-baekin terus luluh. Saya sudah beberapa kali mengajukan gugatan cerai, sebelum yang ketiga ini. Dia janji tidak akan berbuat lagi, dia mohon ampun di keluarga saya juga. Saya ketemukan dengan Keluarga, dia minta maaf sama keluarga juga sama anak-anak saya, saya punya anak dari almarhum suami saya. Ada dua," jelasnya. 

Bahkan, kata dia, suaminya tersebut pernah kasar juga terhadap anakanya. Tak hanya kasar lewat mulut, ia bahkan tega memukul anaknya. 

"Pernah kasar ke anak saya, dia pukul. Dia bilang kuhajarko, anak kandung dari almarhum suami pertama. Gara-gara anak saya bela saya, karena kan berantem," bebernya. 

Bahkan, kata Ningsih, suaminya juga kerap menelantatkan anak mereka dan tak pernah menafkahi dirinya.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved