Kementan Gandeng Petani Milenial Jadi Penggerak Pertanian Guna Tingkatkan Produksi

Suwandi hadir di Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Propaktani bertajuk Sumbangsih Pemuda Tani Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Indonesia, Rabu (5/10).

Editor: Content Writer
DOK KEMENTAN
Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng petani milineal sebagai penggerak pertanian dalam meningkatkan produksi. 

DIREKTUR Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menghadiri Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Propaktani bertajuk Sumbangsih Pemuda Tani Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Indonesia, Rabu (5/10/2022).

Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng petani milineal sebagai penggerak pertanian dalam meningkatkan produksi.

Hal ini dilakukan agar terwujudnya ketahanan pangan nasional di tengah ancaman tantangan global cuaca ekstrim.

Juga dapat membuat petani muda terlibat menjadi salah satu terobosan karena memiliki jiwa, semangat dan gagasan kreatif untuk melahirkan inovasi yang dapat meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menyampaikan bahwa kunci ketahanan pangan ialahmampu mencukupi kebutuhan pangan sendiri.

Peningkatan produksi dilakukan dengan berbagai program, misalnya penyediaan bibit unggul, pupuk berimbang, mekanisasi pertanian, penanganan pasca panen.

“Dapat pula mendorong keterlibatan petani muda untuk mengembangkan pertanian dari hulu hingga hilir,” kata Suwandi.

Suwandi juga menjelaskan bahwa setelah 38 tahun Indonesia berhasil mencapai swasembada beras.

“Kita harus menjaga stabilitas inflasi dengan bahan pangan, caranya dengan meningkatkan produksi. Peran petani milenial sangat dibutuhkan,” jelas Suwandi.

Ia menambahkan bahwa bahan pangan yang selama ini diimpor harus disubtitusi.

Misalnya, meningkatkan penanaman kedelai, singkong dan sorgum sebagai substitusi gandum.

“Peran pemuda mewujudkan hal ini sangat penting karena kunci peningkatan produksi adalah teknologi, yang ada pada pemuda,” tambahnya.

Suwandi juga menyampaikan bahwa disamping mekanisasi, peningkatan produksi dilakukan melalui teknologi IT.

“Selain itu, pemuda merupakan ahli tata Kelola. Hilirisasi produk sebelum masuk pasar, produk diolah dengan berbagai variasi, sehingga nilai tambah bisa lebih tinggi," terang Suwandi.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved