Hari ke-11 dan 12 Jelajah Sampah Makassar: Mariso–Manggala Kumpulkan 273 Kg
Aksi Jelajah Sampah Makassar 2025 di Mariso dan Manggala berhasil mengumpulkan 273 kg sampah.
Ringkasan Berita:
- Aksi bersih di Mariso dan Manggala mengumpulkan total 273,2 kg sampah.
- Warga mendapat edukasi melalui talkshow DLH dan Dewan Lingkungan Hidup Makassar.
- UMKM dan komunitas lingkungan ikut menginspirasi pengelolaan sampah bernilai.
TRIBUN-TIMUR.COM - Program Jelajah Sampah Makassar 2025 kembali berlanjut dan memasuki hari ke-12 di Kecamatan Mariso, Minggu (7/12/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Asisten I Pemkot Makassar, yang menegaskan kembali pentingnya peran masyarakat dalam pemilahan dan pengurangan sampah dari rumah tangga menuju target Makassar Bebas Sampah 2029.
Aksi bersih di Mariso berhasil mengumpulkan 64,9 kg sampah organik dan anorganik. Selain aksi lapangan, kegiatan juga diisi dengan apresiasi kepada Tokoh Inspiratif dan Penggerak Kebersihan Mariso sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka menjaga lingkungan setempat.
Warga kemudian mengikuti talkshow edukatif bersama Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar dan DLH Makassar, membahas pentingnya kolaborasi warga, pemerintah, dan komunitas dalam memperkuat pengelolaan sampah berkelanjutan.
Kegiatan hari ke-12 juga diramaikan UMKM dan komunitas lingkungan, seperti Rumah Kreasi Ceceng, Tumpuk Sampah, Marinebuddies Makassar, Urban Agro Farm, dan Manggala Tanpa Sekat. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa sampah dapat memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan tepat.
Sehari sebelumnya, hari ke-11yang berlangsung pada Sabtu (6/12) dipusatkan di Kecamatan Manggala dan dibuka oleh Asisten I Pemkot Makassar, Drs. H. Andi Muhammad Yasir, M.Si. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala DLH Kota Makassar, Camat Manggala, jajaran tripika, lurah, RT/RW, dan satgas kebersihan.
Aksi bersih di Manggala berhasil mengumpulkan 208,3 kg sampah organik dan anorganik. Beberapa penghargaan diberikan kepada Tokoh Inspiratif Pengelolaan Kebersihan serta Tokoh Paling Aktif sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.
Pada sesi talkshow, narasumber dari Dewan Lingkungan Hidup dan DLH Makassar mengusung tema “Sampah Ta, Tanggung Jawab Ta”, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah.
UMKM dan komunitas seperti Payabo, Rumah Kreasi Ceceng, Urban Farm, Manggala Tanpa Sekat, dan Tumpuk Sampah turut memberi edukasi melalui teknologi ramah lingkungan, pengolahan kompos, eco-enzym, hingga kerajinan daur ulang.
Komitmen Bersama Menuju 2029
Melalui rangkaian kegiatan di dua kecamatan ini, Jelajah Sampah Makassar 2025 memperlihatkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, UMKM, dan masyarakat.
Gerakan ini juga menjadi sarana edukasi untuk menanamkan budaya pemilahan sampah dari rumah dan mendorong kesadaran bahwa sampah memiliki potensi nilai ekonomi.
Makassar diharapkan semakin siap menuju kota bebas sampah pada 2029 melalui komitmen bersama dan aksi nyata di tiap kecamatan.(*)
| RT/RW Kelurahan Balang Baru Dapat Edukasi Pemilahan Sampah dari Penyuluh Persampahan DLH Makassar |
|
|---|
| Pemkot Makassar Siapkan Jalan Baru untuk Akses Truk Angkutan Sampah ke TPA Antang |
|
|---|
| TPA Antang Belum Dikelola Maksimal, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Makassar Kasrudi Soroti DLH |
|
|---|
| DLH Makassar dan Sulsel Kompak Tata CPI, dari Pembersihan hingga Penghijauan |
|
|---|
| Urai Antrean Armada Sampah, DLH Makassar Buka Jalur Baru TPA Antang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Jelajah-Sampah-Makassar-2025-hari-ke-11-dan-12.jpg)