Kementan Gandeng Petani Milenial Jadi Penggerak Pertanian Guna Tingkatkan Produksi

Suwandi hadir di Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Propaktani bertajuk Sumbangsih Pemuda Tani Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Indonesia, Rabu (5/10).

Editor: Content Writer
DOK KEMENTAN
Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng petani milineal sebagai penggerak pertanian dalam meningkatkan produksi. 

Suwandi melanjutkan bahwa peran pemuda mengarah pada zero waste, dengan memakai prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recycle).

“Setiap daerah harus mencukupi kebutuhan sendiri, dengan memanfaatkan semua potensi yang ada. Disinilah peran pemuda sebagai penggerak,” lanjut Suwandi.

Bersamaan, Ketum DPP Pemuda Tani HKTI, Rina Saadah menyebtukan bahwa status negara agraris, menjadi tantangan dan potensi bagi generasi muda.

Sesuai dengan arahan Presiden, saat Indonesia butuh regenerasi petani, apalagi dinamika dunia saat ini, mendorong untuk berbenah masalah pangan.

 

"Bertambahnya jumlah penduduk berpengaruh besar pada ketahanan pangan, baik aspek ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas," kata Rina.

Maka dari itu, peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam inovasi, gagasan baru, serta akses pasar dan akses modal.

Ketua Pemuda Tani Sulsel, Rachmat Sasmito menerangkan salah satu upaya untuk meningkatkan optimalisasi pendapatan petani agar bergeser dari kelas bawah menjadi kelas menengah.

“Dengan melakukan usaha pertanian dengan sistem integrated farming/pertanian terpadu,” terang Rachmat.

Pertanian terpadu lebih menekankan pada tata laksana dengan memadukan komoditas (tunggal atau campuran spesies) tanaman dengan tanaman lainnya.

Tanaman dengan hewan ternak pada suatu lahan atau sistem sehingga menghasilkan keutungan bagi petani,lingkungan dan konsumen.

Rachmat juga menjelaskan bahwa integrated farming ditujukan untuk memaksimalkan keuntungan agribisnis dan optimalisasi lahan.

“Dikarenakan integrated farming akan memilihara siklus yang dimanfaatkan dari masing-masing komoditas sehingga tercipta zero wasted," jelas Rachmat.

Sistem Integrated Farming dapat dilaksanakan melalui bentuk intensifikasi pekarangan, sistem pertanian surjan, pertanian-perikanan terpadu, pertanian peternakan terpadu dan pertanian-peternakan-perikanan terpadu.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved