Headline Tribun Timur

Tragedi Kanjuruhan dan Pentingnya Mitigasi di Stadion

Agar Tragedi Kanjuruhan tidak terulang, panitia harus memperhatikan mitigasi fungsional.

Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar Syamsu Rizal. Syamsu Rizal menegaskan agar Tragedi Kanjuruhan tidak terulang, panitia harus memperhatikan mitigasi fungsional. 

]TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Terkait tragedi Stadion Kanjuruhan, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar, Syamsu Rizal, mengatakan agar hal serupa tidak terulang, panitia harus memperhatikan mitigasi fungsional.

Mitigasi fungsional ini melingkupi sarana dan prasarana harus bagus, sesuai standar dan adaptif terhadap bencana.

"Sarana dan prasarana harus lengkap. Jadi sudah ada pintu darurat yang sesuai, bukaan pintunya, ada standar operasional prosedurnya. Semua mesti ada, disesuaikan dengan tata laksana lalu lintas," jelasnya, Senin (3/10/2022).

Ia menyebut, lalu lintas keluar masuk stadion harus diperhitungkan. Berapa orang per jam dan berapa pintu dibuka.

Misal, stadion berkapasitas 40 ribu orang harus memiliki 12 pintu. Saat masuk hanya enam dibuka, tapi pada saat keluar harus dibuka secara maksimal, 12 pintu.

Kedua, kata pria akrab disapa Deng Ical ini, mitigasi fungsional lanjut. Dimana setiap orang masuk ke stadion harus diedukasi.

Mereka harus dijelaskan mengenai tata letak pintu darurat, jalur evakuasi, Apar, kotak P3K, tombol darurat dan lain-lainnya.

"Ini kadang dilupakan. Kita mulai abai, kita tidak meremaind, karena merasa biasa. Padahal itu prosedur dalam unsur mitigasi. Harus dilakukan karena asumsinya tidak semua orang paham," tuturnya.

Terakhir, mitigasi personal. Deng Ical menegaskan, pemahaman mitigasi personal perlu dibangun.

Supaya setiap orang memiliki alternatif, punya solusi ketika panik dan terdesak. Ketika memiliki keterampilan tingkat resiko pun menurun.

"Itu penting sekali. Semua kembali ke kapasitas pembangunan personal. Mitigasi ini memang di Indonesia kadang mesti dipahami supaya tidak panik, karena kalau panik hilang semua punya keterampilan," pungkas Wali Kota Makassar periode 2014-2019 ini.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved