Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kemendikbud Gelontorkan Dana Rp150 juta untuk Bangun Sekolah Darurat di SDN 74 Bolang Enrekang

Dikabarkan bangunan sekolah mereka tak mungkin lagi digunakan imbas dari bencana tanah bergerak sehingga dindingnya pun ikut rusak parah.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Suasana murid-murid SDN 74 Bolang belajar di kolong rumah warga. Kemendikbud gelontorkan anggaran Rp 150 juta untuk pembangunan sekolah darurat. 

TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG - Selama tiga tahun siswa di Sekolah Dasar Negeri 74 Bolang tidak menikmati gedung atau tempat yang layak, Selasa (4/10/2022).

Hal ini tentu menjadi pukulan telak pemerintah Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Dikabarkan bangunan sekolah mereka tak mungkin lagi digunakan imbas dari bencana tanah bergerak sehingga dindingnya pun ikut rusak parah.

Hingga kini sekolah tersebut masih belum tersentuh sedikit pun perbaikan pembangunan.

Olehnya itu, setelah sekolah tersebut diberitakan media hingga viral akhirnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat sebesar Rp 150 juta.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Jumurdin.

"Anggarannya sebesar Rp 150 juta, kami sudah menemani pihak dari Kemendikbud untuk meninjau lokasi. Jadi rencananya akan dibangun kelas darurat untuk siswa SD 74 Bolang," ujar Jumurdin.

Dalam kesempatan itu, Jumurdin menjelaskan, anggaran yang dikucurkan Kemendikbud sebesar Rp 150 juta. 

"Anggarannya sebesar Rp 150 juta, kami sudah menemani pihak dari Kemendikbud untuk meninjau lokasi. Jadi rencananya akan dibangun kelas darurat untuk siswa SD 74 Bolang," ujar Jumurdin.

Dalam kesempatan itu, Jumurdin menjelaskan, anggaran yang dikucurkan Kemendikbud sebesar Rp 150 juta. 

Bahkan, pihak Kemendikbud dan sekolah sudah melakukan MoU untuk pembangunan kelas darurat tersebut.

"Kita berharap, semoga hari ini atau besok kalau anggarannya sudah cair, kita melangsungkan perencanaannya untuk kelas darurat anak-anak, sebab Kementerian dan pihak sekolah juga sudah MoU," katanya.

Kelas darurat tersebut bertujuan supaya siswa-siswa belajar di tempat yang layak.

"Nah sambil menunggu dana alokasi khusus (DAK) yang telah diusulkan untuk membangun gedung sekolah baru, karena yang lama itu memang sudah tidak layak lagi digunakan. Pastinya sekolah ini kita prioritaskan dapat DAK," terangnya.

Orang berbeda, Kepala Sekolah SDN 74 Bolang, Amir Bando berterima kasih kepada pemerintah karena ada inisiatif melirik sekolahnya itu.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved