Tragedi Kanjuruhan
Profil Dua Polisi Meninggal Tragedi Kanjuruhan, Alumni Pesantren, Kader Banser, dan Pagar Nusa
Satu diantara dua polisi yang meninggal dunia saat Tragedi Kanjuruhan adalah kader Banser dan Pagar Nusa.
Ia bersekolah dasar di SDN 1 Sukosari (2007). Kemudian menempuh pendidikan selanjutnya di SMPN 2 Trenggalek (2010), dan SMAN 1 Karangan (2013).
Di kepolisian, ia mengikuti pendidikan pembentukan brigadir Diktukba (2014).
Semasa hidup, almarhum dikenal sebagai sosok yag murah senyum dan penyayang keluarga.
Selain itu, almarhum memiliki jiwa sosial yang tinggi.
Almarhum Briptu Yoyok juga selalu mendukung serta berupaya menyukseskan program pemerintah, maupun Polri.
“Meski menantu, almarhum saya anggap anak sendiri. Karena ia menyayangi keluarga tanpa membedakan,” terang mertua almarhum, Suwarno, seusai pemakaman.
Terkhir yang Suwarno ingat sebelum meninggal dunia, almarhum sudah terbiasa akrab dengan keluarga.
Sekitar sepekan lalu, almarhum berbincang serius kepada mertuanya, terkait program pemerintah soal kompor listrik dan mobil listrik.
"Berbicara soal mobil listrik dan kompor listrik. Itu menjadi kenangan bagi saya," terang Suwarno.
Pihak keluarga menerima kabar tentang kondisi Briptu Yoyok, pada Sabtu (1/10/2022) sekira pukul 23.00 WIB.
Kabar tersebut disampaikan oleh kerabat almarhum yang juga seorang polisi.
“Dia menyampaikan, kalau anak menantu saya kecelakaan saat bertugas. Dan dijelaskan sudah meninggal dunia,” terang Suwarno dengan suara tersendat.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sosok 2 Polisi yang Gugur Dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan, Biasa Bertugas Sebagai Bhabinkamtibmas