Hari Santri

PKB Salurkan Beasiswa Bagi Santri Pondok Pesantren An Nahdlah Makassar

Ketua DPC PKB Kota Makassar Fauzi Andi Wawo menyalurkan beasiswa bagi santri pondok pesantren Annahdlah Makassar Sabtu (1/10/2022).

Editor: Ari Maryadi
PKB
Ketua DPC PKB Kota Makassar Fauzi Andi Wawo menyerahkan secara simbolik beasiswa bagi santri pondok Pesantren An Nahdlah di Makassar, Sabtu (1/10/2022). Bantuan diterima pembina Pondok Pesantren An Nahdlah, Ustad Rizal Syarifuddin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Partai Kembangkitan Bangsa (PKB) Kota Makassar menyalurkan beasiswa bagi santri pondok Pesantren An Nahdlah Makassar Sabtu (1/10/2022).

Gerakan sosial itu dilakukan dalam rangka menyambut hari santri nasional 2022

"Beasiswa ini diperuntukkan bagi santri pondok pesantren yang kurang mampu dan memiliki niat untuk belajar ilmu agama," kata Ketua DPC PKB Kota Makassar Fauzi Andi Wawo.

Anggota DPRD Sulsel itu mengatakan, PKB lahir dari anak kandung Nahdlatul Ulama.

Oleh karena itu PKB konsen utamanya mendampingi keberlangsungan dan pengembangan pondok pesantren khususnya di Kota Makassar.

Di tempat yang sama pengurus pondok pesantren annahdlah makassar menerima bantuan dari Partai Kebangkitan Bangsa.

"Alhamdulillah, dalam rangka hari santri nasional PKB memberikan bantuan beasiswa santri bagi santri pondok pesantren annahdlah Makassar," kata Ustad Rizal Syarifuddin pengurus pondok Pesantren An Nahdlah Makassar.

Rizal mengatakan, santri yang bersekolah di pondok Pesantren An Nahdlah Makassar ini adalah santri dari keluarga yang ekonominya menengah ke bawah.

"Bantuan beasiswa dari PKB tentu sangat membantu bagi santri," kata Ustad Rizal Syarifuddin.

Setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional.

Perayaan Hari Santri Nasional diselenggarakan bertujuan mengenang sejarah santri dan perjuangannya dalam memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hari Santri Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Keppres itu telah ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober 2015.

Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional itu terkait dengan peranan para santri dalam melawan Belanda saat agresi militer kedua.

Momen yang menjadi titik awal dari perancangan Hari Santri yakni saat KH Hasyim Asy'ari mendeklarasikan resolusi jihad yang mewajibkan seluruh umat Islam melawan penjajah pada 22 Oktober 1945.

KH Hasyim Asy'ari merupakan Pahlawan Nasional Indonesia yang juga pendiri sekaligus Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU).

Selain itu, Hasyim Asy'ari menyampaikan fatwa yang disebut sebagai Resolusi Jihad.

Fatwa itu berisikan seruan agar para pejuang memerangi Belanda dan setiap pejuang yang gugur berada dalam keadaan mati syahid. (*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved