Sopir Meninggal Dalam Truk

Sopir Tewas Dalam Truk Terancam Tak Dapat Ganti Rugi BPJS Ketenagakerjaan, Ini Alasannya

Pihak keluarga korban terancam tak mendapatkan ganti rugi dari BPJS Ketenagakerjaan maupun pihak perusahaan.

Penulis: M Yaumil | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/M YAUMIL
Evakuasi jasad sopir yang ditemukan meninggal dunia di dalam truknya di Jl Abdul Kadir, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Selasa (27/9/2022) siang. 

TRIBUNPAREPARE.COM, PAREPARE - Sopir ditemukan tak bernyawa di dalam kabin truknya di Jalan Abdul Kadir, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Selasa (27/9/2022) siang.

Korban bernama Bassiang (60) bekerja sebagai sopir truk pengangkut semen di UD Pertama. Bos UD Pertama Parepare, bernama Andi Wani.

Pihak keluarga korban terancam tak mendapatkan ganti rugi dari BPJS Ketenagakerjaan maupun pihak perusahaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Parepare, Kausaria Sudirman mengatakan untuk mendapat ganti rugi K3 harus terdaftar terlebih dahulu.

"Pastikan almarhum terdaftar sebagi peserta BPJS Ketenagakerjaan," katanya kepada tribun timur via telepon WhatsApp.

Kausaria menjelaskan jika korban meninggal saat melakukan pekerjaan maka berhak mendapat ganti rugi.

"Selama dia (korban) meninggal dunia berhubungan dengan pekerjaan atau tugas dari perusahaannya dia berhak dapat ganti rugi kecelakaan kerja," jelasnya.

"Jadi kalau dia meninggal dalam truknya itu karena memang dia sebagai sopir, tidak melihat dia sakit apa, itu dia masuk kategori kecelakaan kerja," tegas Kausaria.

Nilai ganti rugi disesuaikan dengan upah korban selama satu bulan.

"Nilai ganti rugi itu 48 kali upah atau gaji. Terhitung dari upah yang dilaporkan ke kami," ujarnya.

Namun jika tidak terdaftar maka uang ganti rugi tidak bisa di klaim oleh keluarga.

"Jika tidak terdaftar, uang ganti rugi tidak bisa di klaim. Makanya kami minta supaya perusahaan daftarkan pesertanya sebelum terjadi resiko," imbuhnya.

"Kalau sudah terjadi resiko belum terdaftar, itu tidak ada yang bisa kami berikan," ungkap Kepala BPJS Ketenagakerjaan itu.

Dia membeberkan, bahwa perusahaan yang mempekerjakan karyawan dan tidak didaftarkan dapat dituntut.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved