Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jokowi Ingatkan Ekonomi Lesu di 2023, HIPMI Sulsel: Sudah Mulai Terasa

Kesimpulan itu diambil Jokowi setelah dirinya bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lal

Penulis: Rudi Salam | Editor: Saldy Irawan
Andi Rahmat Manggabarani
Ketua HIPMI Sulsel, Andi Rahmat Manggabarani menilai kenaikan harga BBM dipandang sesuatu hal yang wajar jika harga minyak dunia naik. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan perang Rusia-Ukraina masih akan berlangsung lama.

Kesimpulan itu diambil Jokowi setelah dirinya bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lalu.

“Saya bertemu dengan Presiden Zelenskyy dan satu setengah jam berdiskusi, serta presiden Putin dua setengah jam berdiskusi, saya menyimpulkan perang tidak akan segera selesai, akan lama,” kata Jokowi dikutip dari Kompas.com, Selasa (27/9/2022).

Jokowi menuturkan, dengan konflik Rusia dan Ukraina yang terus berlangsung ini akan berdampak pada negera lainnya. 

Ia memperkirakan, tahun 2023 ekonomi dunia akan semakin gelap sebagai dampak perang Rusia dan Ukraina yang berlangsung sejak Ferbruari 2022.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Rahmat Manggabarani menanggapi hal tersebut.

Menurut Andi Rahmat, dampak dari perang Rusia dan Ukraina mulai terasa.

“Nda perlu tunggu tahun depan. Kuartal terakhir ini aja sudah mulai terasa dampak dari perang, kenaikan BBM, kenaikan suku bunga,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Selasa (27/9/2022).

Andi Rahmat menjelaskan, kenaikan BBM akan memaksa pengusaha menaikkan harga jual.

Sementara di sisi lain, kata dia, daya beli tidak bertumbuh bahkan berkurang.

“Kenaikan suku bunga juga ikut mengerem pertumbuhan ekonomi,” sambungnya.

Kendati demikian, dirinya menilai kebijakan tersebut memang harus dilakukan untuk menahan laju inflasi.

Lebih lanjut, Andi Rahmat mengatakan, sekarang ini pengusaha harus bisa melakukan efisiensi di berbagai sektor.

Hal itu dilakukan untuk menekan biaya produksi dan menjaga margin profit.

“Pemerintah kami harapkan juga bisa memaksimalkan belanja negara agar tetap ada perputaran uang di masyarakat. Pengalihan Subsidi BBM ke masyarakat harus bisa tepat sasaran,” harap Andi Rahmat.

Menghadapi masalah tersebut, Andi Rahmat menuturkan, HIPMI Sulsel bakal kembali melakukan kegiatan yang bisa membantu pergerakan ekonomi. Seperti membuat kegiatan Expo UMKM.

“Termasuk mendorong produk UMKM untuk mendapat pembiayan dari perbankan,” tutur Andi Rahmat.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved