Ferdy Sambo

Anggota DPR RI Heri Gunawan Bertindak Saat Anaknya Ipda Arsyad Dihukum Gegara Ferdy Sambo, Kini Siap

Ipda Arsyad Daiva Gunawan mantan Kasubnit I Unit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan dihukum gegara pengusutan kasus kematian Brigadir J terkesa

Editor: Ansar
Kolase TribunTimur.com
Ipda Arsyad Daiva Gunawan dan Anggota DPR Komisi XI Fraksi Gerindra, Heri Gunawan. keduanya ayah dan anak. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Anggota DPR Komisi XI Fraksi Gerindra, Heri Gunawan bereaksi saat tahu anaknya Ipda Arsyad Daiva Gunawan dihukum gegara kasus Ferdy Sambo.

Ipda Arsyad Daiva Gunawan mantan Kasubnit I Unit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan dihukum gegara pengusutan kasus kematian Brigadir J terkesan lambat.

Kini sudah 3 bulan berlalu namun kasus pembunuhan Brigadir J yang didalangi Ferdy Sambo masih bergulir.

Belum ada tindakan lebih lanjut untuk menuntaskan kasus pembunuhan yang melibatkani Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Hal itu dikatakan pengacara keluarga Brigadir J, Nelson Simanjuntak.

Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra berekaksi setelah mengetahui putranya dihukum pimpinan gegara  Ferdy Sambo.

Ipda Arsyad Daiva Gunawan dihukum setelah menjalani sidang Kode Etik dan Profesi Polri (KKEP) soal kasus penanganan kematian Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Nurul Azizah menyatakan , Ipda Arsyad terbukti telah melanggar etik. Dia harus dihukum demosi selama 3 tahun oleh Majelis KKEP.

"Adapun sanksi administratif berupa mutasi bersifat demosi selama 3 tahun semenjak dimutasikan ke Yanma Polri. Atas putusan tersebut pelanggar menyatakan tidak banding," kata Kombes Nurul, Selasa (27/9/2022).

Keputusan demosi itu diputuskan oleh Komisi KKEP yang dipimpin oleh Kombes Pol Rahmat Pamuji (ketua), Kombes Pol Sakius Ginting (anggota), dan Kombes Pol Pitra Andreas Ratulangi (anggota).

Dalam sidang itu, pihaknya juga menghadirkan sebanyak 6 orang sebagai saksi. Mereka adalah AKBP AR, AKBP RS, Kompol AS, Kompol IR, AKP RS, dan Briptu RRM. 

Selain demosi, kata Nurul, Ipda Arsyad juga diminta memberikan pernyataan minta maaf secara lisan dan tertulis di hadapan sidang KKEP dan kepada pimpinan Polri.

"Kewajiban pelanggar untuk mengikuti pembinaan mental kepribadian, kejiwaan, keagamaan dan pengetahuan profesi selama satu bulan," ungkapnya.

Dalam kasus ini, Ipda Arsyad disebut telah tidak professional dalam bertugas di kasus Brigadir J. Namun, dia tidak menjelaskan secara rinci kesalahan Ipda Arsyad.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved