Pendidikan

Banyak Sekolah di Enrekang Rusak Parah, Bahkan Ada yang Tak Bisa Digunakan

Salah satunya perbaikan sarana dan prasarana pendidikan menjadi perhatian pemerintah saat ini.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Muh. Irham
Tribun Enrekang/Erlan Saputra
Suasana siswa SDN 74 Bolang, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, melangsungkan kegiatan belajar di kolong rumah warga. 

 ENREKANG, TRIBUN-TIMUR.COM - Provinsi Sulawesi Selatan bakal memeringati hari ulang tahun ke-353, 19 Oktober 2022 mendatang.

Tentu masyarakat turut menyampaikan pesan dan harapannya untuk pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Salah satunya perbaikan sarana dan prasarana pendidikan menjadi perhatian pemerintah saat ini.

Salah satunya pendidikan yang ada di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, kurang lebih ada 100 bangunan sekolah kondisinya mengalami kerusakan.

Selain karena faktor usia, kerusakan juga disebabkan oleh bencana alam.

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan, Jumurdin angkat suara terkait permasalahan pendidikan di Kabupaten Enrekang.

Jumurdin mengatakan, kerusakan sekolah itu terhitung dari yang ringan sampai berat. Bahkan ada beberapa sekolah yang tidak bisa digunakan lagi.

"Kami sudah mendata ada ratusan sekolah yang rusak, namun saya tidak tau pastinya soal jumlah sebenarnya. Itu meliputi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)," kata Jumurdin kepada Tribun-Timur.com, Senin (26/9/2022).

Dalam kesempatannya, Jumurdin secara terang-terangan menyalahkan sistem Kementerian Pendidikan Republik Indonesia (RI).

"Sistem dari Kementerian Pendidikan RI itu sangat kaku, sebab mereka sama sekali tidak percaya kalau kami di pemerintah daerah mengusulkan perbaikan atau pembangunan sekolah," katanya.

Dia menerangkan, pihaknya telah berusaha menyampaikan bahwa banyak sekolah yang butuh perbaikan.

Akan tetapi, acapkali keluhan mereka tidak ditanggapi oleh Kementerian Pendidikan.

"Pemkab tidak mungkin membiarkan kondisi sekolah seperti itu, tapi kami mempunyai kendala di sistem Kementerian Pendidikan. Kami telah melakukan usulan jumlah sekolah yang butuh perbaikan dan penanganan cepat di Badan Perencanaan Pendapatan Daerah (Bappeda) Kabupaten Enrekang," katanya.

Menurutnya, nanti Bappeda yang akan menyampaikan ke pemerintah pusat, dalam hal ini menyinkronkan usulan tersebut ke sistem Kemendikbud.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved