Breaking News:

Opini

Solusi Penanganan Transportasi dan Distribusi Pangan Produksi Petani

Kenaikan BBM memberi dampak yang cukup signifkan terhadap kenaikan biaya transportasi termasuk transportasi pangan.

DOK PRIBADI
Pawisari - Pemerhati Pangan 

Oleh: Pawisari
Pemerhati Pangan

TRIBUN-TIMUR.COM - Kenaikan BBM memberi dampak yang cukup signifkan terhadap kenaikan biaya transportasi termasuk transportasi pangan.

Hal ini disadari oleh semua pihak dan berupaya memberikan solusi penanggulangan biaya transportasi agar petani dapat tetap termotivasi untuk berproduksi dan masyarakat konsumen dapat menikmati pangan dengan harga terjangkau.

Tulisan ini didasarkan pada pemikirian:

(1). Adanya arahan presiden tentang mengendalikan laju inflasi dengan menurunkan biaya transportasi dan memanfaatkan distribusi
perdagangan antardaerah mengingat saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan yang berat baik global maupun domestik.

(2). Adanya arahan Menteri Pertanian untuk menekan inflasi dengan meningkatkan kapasitas produksi dan menghidupkan sektor pertanian Indonesia (termasuk pemanfaatan lahan, pekarangan) dalam mengantisipasi krisis pangan global yang mengancam dunia.

(3). Adanya arahan Kepala badan Pangan Nasional tentang pembenahan rantai pasok hulu-hilir dan ekosistem pangan yang diperlukan untuk mencapai ketahanan pangan berkelanjutan melalui aktivitas on Farm, off Farm, logistic, warehousing, dan distribusi.

Perlu kolaborasi semua pihak akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media agar ketahananan pangan dapat tercapai.

Dari pemikiran tersebut diatas, permasalahan distribusi dan transportsi pangan merupakan hal yang sangat penting dan perlu segera diatasi.

Meningkatkan kapasitas produksi petani juga harus diikuti dengan distribusi yang efektif agar dapat menjadi komoditas yang bernilai ekonomi bagi petani.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved