PLN UIP Sulawesi

PLN UIP Sulawesi Berdayakan Nelayan Lobster di Baubau

Anggota Kelompok Nelayan Bintang Laut Iskandar bercerita, berkat program PLN Peduli, saat ini dia memiliki keahlian lain dalam mencari rezeki..

PLN UIP SULAWESI
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi telah menyalurkan bantuan pembangunan dan pelatihan budi daya lobster di sekitar Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan (PIK) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV Raha- Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUN-TIMUR.COM - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi telah menyalurkan bantuan pembangunan dan pelatihan budi daya lobster di sekitar Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan (PIK) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV Raha- Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Program ini guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat melalui program PLN Peduli

Bantuan dimanfaatkan Kelompok Nelayan Bintang Laut yang berlokasi di Kelurahan Lowu-lowu Kecamatan Lea-lea Kota Baubau, Sultra.

Anggota Kelompok Nelayan Bintang Laut Iskandar bercerita, berkat program PLN Peduli, saat ini dia memiliki keahlian lain dalam mencari rezeki.

Karena selain menjadi seorang petani sekarang dia merambah ke pembudidayaan lobster.

“Berkat bantuan dari PLN keahlian saya bertambah, sekarang saya mencari rezeki di darat dan laut. Kegiatan budi daya lobster telah saya lakukan sejak awal tahun dan saat ini sudah ada beberapa lobster yang dapat kami panen," tutur Iskandar via rilis PLN ke Tribun-Timur.com, Selasa (20/9/2022).

Ia menambahkan, selain membantu kelompoknya dalam pembuatan keramba apung dan keramba tancap, PLN juga menggandeng Universitas Haluoleo untuk memberikan pelatihan dan pembekalan.

Ketua Kelompok Nelayan Bintang laut La Ode Masrudin menambahkan, saat ini lobster yang dibudidayakan kelompoknya sudah ada beberapa dijual ke pengepul.

Per kilonya dihargai Rp 800 ribu hingga 1 juta. Satu kali panen mereka bisa menjual hingga 40 ekor lobster.

"Saat ini sudah ada lebih dari 400 ekor lobster jenis mutiara yang siap kami sortir” ujarnya

“Tidak hanya itu, proses pembudidayaan kami dimudahkan dengan penggunaan mesin pompa yang dioperasikan dengan listrik untuk menjaga sirkulasi air pada keramba apung untuk benih-benih lobster yang berumur 0-4 bulan. Setelah itu kami pindahkan lobster ke keramba tancap sampai berumur 8 bulan sampai 1 tahun hingga mendapatkan berat yang cukup untuk dipanen.” pungkasnya

Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP Sulawesi Nur Akhsin mengaku, senang dengan hasil yang didapatkan Kelompok Nelayan Bintang Laut.

“Kami bersyukur dengan hasil baik yang didapatkan masyarakat kota baubau dalam hal ini Kelompok Nelayan Bintang Laut di mana PLN bisa berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan dan kemampuan Kelompok Nelayan dalam melakukan budi daya lobster” ungkapnya.

“PLN senantiasa memberikan kemanfaatan bagi masyarakat yang ada di sekitar pembangunan jaringan transmisi SUTT 150 KV Raha-Baubau yang saat ini tengah berlangsung. Nantinya jaringan ini akan menjadi sistem 150kV antar pulau pertama di Sulawesi yang menghubungkan pulau Muna dan Buton” tutupnya. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved