Cerita Suami IRT di Pinrang yang Tewas Tergantung Usai Beri Racun untuk Kedua Anaknya

Jenazah BR dan kedua anaknya MD (8) dan MN (5) dimakamkan di TPU Fakkie pada Selasa (20/9/2022) pukul 12.30 Wita. 

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Suami BR, AS (kiri) dan kedua anaknya MNB dan PN saat ditemui di rumah duka, Kelurahan Fakkie, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang, Selasa (20/9/2022).  

TRIBUNPINRANG.COM, PINRANG - Suasana haru masih menyelimuti kediaman Ibu Rumah Tangga (IRT), BR (37) yang ditemukan tewas gantung diri, di Kelurahan Fakkie, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Jenazah BR dan kedua anaknya MD (8) dan MN (5) dimakamkan di TPU Fakkie pada Selasa (20/9/2022) pukul 12.30 Wita. 

Raut sedih masih tergambar pada wajah suami BR yakni AS (40) saat ditemui di rumah duka. 

AS bercerita kalau sebelumnya tidak ada tanda-tanda yang diberikan istrinya jika ingin mengakhiri hidupnya. 

Hanya saja, istrinya menyuruh dia untuk pergi mengambil uang di Kecamatan Baranti, Sidrap. 

"Beberapa jam sebelum meninggal, sekitar jam  08.00 Wita, istri saya suruh cepat-cepat ke Sidrap untuk ambil uang. Barusan juga begitu," katanya saat ditemui di rumah duka. 

Dikatakan, pukul 11.00 Wita, AS pulang ke rumahnya. Namun, rumahnya dalam keadaan terkunci. 

"Pas saya pulang pintu rumah tertutup. Setiap saya pulang itu, saya punya kebiasaan selalu panggil nama anak-anak dan istri saya sebelum buka pintu. Tapi, pas saya mau pintu, ternyata terkunci," ucapnya. 

AS pun pergi ke pintu belakang rumahnya. Namun, terkunci juga.

Karena panik, AS kemudian mendobrak pintu rumahnya. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved