KSOP Parepare Rayakan Harhubnas dengan Membagikan Jaket Keselamatan ke Nelayan

Penyerahan secara simbolis oleh stakeholder yakni, Dinas Perhubungan, Basarnas, Pelindo, dan KSOP sendiri.

Penulis: M Yaumil | Editor: Waode Nurmin
TribunParepare.com/M.Yaumil
Kepala KSOP, Kadis Perhubungan, Basarnas, dan Pelindo, menyerahkan jaket keselamatan kepada nelayan di halaman kantor KSOP, Jalan Tarakan, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Senin (19/9/2022) siang. 

TRIBUNPAREPARE.COM, PAREPARE - Kesyahbandaraan Dan Otoritas Pelabuhan/KSOP Parepare memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke 51.

Peringatan ditandai dengan upacara di halaman kantor KSOP, Jalan Tarakan, Kecamatan Ujung, Kota Parepare.

Selain upacara, KSOP juga membagikan jaket keselamatan atau life jacket kepada nelayan.

Penyerahan secara simbolis oleh stakeholder yakni, Dinas Perhubungan, Basarnas, Pelindo, dan KSOP sendiri.

Kepala KSOP, Shaiful Horry mengatakan Harhubnas ini menjadi ajang silaturahmi dan memantapkan sinergitas.

"Yang menjadi harapan kami pertama terjadi silaturahmi, sinergi antara instansi," katanya Senin (19/9/2022) siang.

Selain sinergitas, juga konektivitas menjadi satu hal yang ingin ditingkatkan.

Sesuai dengan arahan dari pusat, konektivitas khususnya pelabuhan menjadi penting untuk ditingkatkan.

Pasalnya, melalui pelabuhan, konektivitas barang dan jasa dapat terjadi.

"Konektivitas pelabuhan dari Sabang sampai Merauke akan kita tingkatkan dan ini adalah momentum kita," ujarnya.

Sejarah singkat Hari Perhubungan Nasional diawali dengan Keputusan Menteri Perhubungan nomor SK.274/G/1971 tanggal 26 Agustus 1971 tentang Hari Perhubungan Nasional.

Dilansir dari Kompas.com, Hari Perhubungan Nasional atau yang disingkat dengan Harbubnas pertama kali ditetapkan pada 1971.

Pada awalnya Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di sektor perhubungan memiliki hari jadi masing-masing yang waktunya relatif berdekatan.

Karena dinilai tidak efisien dari segi waktu dan biaya, akhirnya hari jadi di sektor-sektor perhubungan tersebut disatukan menjadi Hari Perhubungan Nasional yang diperingati setiap 17 September.

Penetapan Hari Perhubungan Nasional tersebut ditetapkan oleh Menteri Perhubungan RI saat itu, Frans Seda, melalui Surat Keputusan Nomor 274/G/1971.

Sesuai SK tersebut, Hari Perhubungan Nasional memiliki tiga tujuan, yaitu:

Meningkatkan rasa kebersamaan dan jiwa korsa warga perhubungan serta mitra kerja sama perhubungan pada umumnya.

Meningkatkan kesadaran dan tanggung jawa untuk selalu membudayakan peningkatan pelayanan yang lebih baik.

Meningkatkan penghayatan dan pengamalan lima citra manusia perhubungan.

Pada Hari Perhubungan 17 September 1971 tersebut, Frans Seda mengemukakan lima kriteria yang menjadi sasaran pemerintah dalam operasi perhubungan adalah murah, aman, cepat, enak, dan teratur waktunya.


Laporan Kontributor TribunParepare.com, M Yaumil

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved