Headline Tribun Timur
Giliran Buruh Turun Demo
Buruh Makassar siapkan demo ke Polda Sulsel, Kejati Sulsel, dan Disnakertrans Sulsel. Menamakan diri Aliansi Perjuangan Rakyat (Alpar).
TRIBUN-TIMUR.COM - Memasuki pekan ketiga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), aksi demo belum juga surut.
Jika pada pekan pertama dan kedua aksi didominasi mahasiswa, maka pada ketiga akan diramaikan oleh kaum buruh.
Sementara buruh Makassar siapkan demo ke Polda Sulsel, Kejati Sulsel, dan Disnakertrans Sulsel. Menamakan diri Aliansi Perjuangan Rakyat (Alpar), mereka turun demo pada Senin (19/9/2022).
Alpar mengusung tema aksi, hentikan kriminalisasi terhadap pekerja/buruh dan menyerukan agar Restoratif Justice jangan hanya dijadikan selogan.
“Para buruh meskipun diwadahi oleh serikat buruh, sampai hari ini masih belum mendapatkan perlindungan sebagaimana Amanah Undang-unadang 21 tahun 2000,” tegas Koordinator Lapangan Alpar, Takbir, di Makassar, Sabtu (17/9/2022).
Di Jakarta, puluhan ribu buruh bersiap mengepung istana. Buruh akan bergerak dan demo hingga bulan depan. Puncaknya mereka menggelar aksi nasional secara serentak di 34 provinsi di Indonesia pada Selasa, 4 Oktober 2022 mendatang.
Aksi unjuk rasa itu digelar dalam rangka menuntut pemerintah agar menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Puluhan ribu buruh, petani, nelayan, guru honorer, pekerja rumah tangga, miskin kota, pekerja informal, dan pemuda akan mengikuti aksi," kata Presiden Partai Buruh Said Iqbal dalam jumpa pers secara daring, Sabtu (17/9).
Khusus di wilayah Jabodetabek, jumlah buruh yang akan turun berunjuk rasa diperkirakan mencapai 7.000 orang.
Aksi tersebut akan dipusatkan di Istana Negara di Jakarta Pusat.
”Pada 4 Oktober tersebut untuk aksi se-Jabodetabek akan dipusatkan di Istana. Untuk di Istana, aksi akan diikuti kurang lebih 5.000 sampai dengan 7.000 orang," ujar Said.
Aksi yang diorganisasi Partai Buruh ini akan melibatkan elemen-elemen kelas pekerja seperti Serikat Petani Indonesia (SPI), Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT), Forum Guru dan Tenaga Honorer, Buruh Migran, Urban Poor Consortium, hingga 60 federasi serikat pekerja lainnya.
"Tuntutan aksi tetap sama: turunkan harga BBM, tolak Omnibus Law Cipta Kerja, naikkan upah buruh tahun 2023 sebesar 13 persen," ucap Said.
Said menuturkan ada dua alasan pihaknya merencanakan demonstrasi serentak secara nasional itu.
Alasan pertama, karena harga minyak dunia sudah turun. Dengan demikian, kata dia, seharusnya Presiden Jokowi juga menurunkan harga BBM seperti harga semula.