Ngovi Tribun Timur

Awal Perjalanan Karier Farid Amansyah, Dokter Sulsel Pertama Berpangkat Jenderal

dr Farid Amansyah memulai perjalanan dinasnya sebagai dokter polisi di daerah konflik Poso, Sulawesi Tengah.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Hasriyani Latif
Tangkapan layar youtube Tribun Timur
Brigjen Pol dr Farid Amansyah narasumber acara Ngobrol Virtual Tribun Timur, Minggu (17/9/2022). dr Farid Amansyah memulai perjalanan dinasnya sebagai dokter polisi di daerah konflik Poso, Sulawesi Tengah. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - dr Farid Amansyah baru-baru ini dinobatkan sebagai polisi pertama asal Sulawesi Selatan berpangkat jenderal bintang satu.

Tentunya ini menjadi pencapaian membanggakan bagi rakyat Sulsel.

Ternyata, dr Farid Amansyah memulai perjalanan dinasnya sebagai dokter polisi di daerah konflik Poso, Sulawesi Tengah.

Di sana, dirinya dipercayakan menjadi kepala poliklinik di salah satu Rumah Sakit Poso.

Kesuksesan dr Farid Amansyah dalam menyelesaikan tugas dari institusi kepolisian mengangkat namanya.

Hingga pasca konflik tersebut usai, dirinya diberikan beasiswa oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk melanjutkan studi spesialis di Universitas Hasanuddin (Unhas).

"Saya pertama kali tugas di Sulteng di Palu sebagai kepala poliklinik di sana. Setelah itu saya ikut penugasan Poso waktu itu. Setelah konflik Poso selesai, kami sebagai orang yang turun pada waktu itu diberikan reward untuk mengikuti pendidikan spesialis," jelasnya saat Ngobrol Virtual dengan Tribun Timur, Minggu (17/9/2022).

Setelah menyandang gelar spesialis penyakit dalam pada tahun 2005, dr Farid Amansyah lalu didapuk menjadi kepala Seksi Kedokteran dan Kesehatan di Polrestabes Makassar.

dr Farid Amansyah kemudian malang melintang dalam dunia kedokteran kepolisian.

Dirinya juga pernah didapuk menjadi kepala Rumah Sakit Bhayangkara di beberapa daerah besar di Indonesia.

"Saya dipercayakan menjadi Kepala RS Bhayangkara Sidoarjo. Kemudian menjadi Wakil Kepala RS di Surabaya. Kemudian menjadi Kabiddokes di Polda Bengkulu, setelah itu tahun 2015 sampai 2017 sebagai Kepala RS Bhayangkara di Medan," katanya.

"Kemudian di tahun 2018 hingga akhir 2019 saya menjadi kepala rumah sakit lagi di Bandung. Setelah itu, saya menjabat Kepala RS Bhayangkara di Makassar," ujarnya.

Ia menambahkan, setelah menjabat kurang lebih selama satu tahun sebagai kepala RS Bhayangkara Makassar, dirinya lalu dipromosikan menjadi kabid Yankes Mabes Polri.

"Setelah itu saya dipromosi ke Mabes Polri menjadi kabid Yankes. Selanjutnya menjadi Sespusdokkes Polri tahun 2020," pungkasnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur Muh Sauki Maulana

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved