Harga BBM Naik

Pertalite dan Solar Langka, Puluhan Kendaraan Tumpah di SPBU Galonta Enrekang

Saat ini antrean kendaraan di SPBU 74.917.02, Jl Jenderal Sudirman, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (14/9/2022).

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Sukmawati Ibrahim
TribunEnrekang.com/Erlan Saputra 
Puluhan Kendaraan membludak di SPBU Pertamina Enrekang, Sulawesi Selatan, Rabu (14/9/2022) sore. Akibatnya, kendaraan yang hendak melintas di Jl Poros Enrekang-Toraja mengalami kemacetan.   

TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG - Saat ini antrean kendaraan di SPBU 74.917.02, Jl Jenderal Sudirman, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (14/9/2022).

Dari pantauan Tribun-Timur.com, tampak puluhan kendaraan roda dua dan empat antre sampai ke badan jalan.

Akibatnya, kendaraan yang hendak melintas di Jl Poros Enrekang-Toraja mengalami kemacetan.

Sejumlah polisi lalu lintas berusaha mengatur kendaraan yang terjebak kemacetan akibat antrean tersebut.

Di SPBU, petugas terpantau meladeni pengisian BBM kendaraan.

Kendaraan jenis roda dua yang paling dominan mengantre, bahkan ada beberapa pengendara yang memilih putar balik saking padatnya kendaraan.

"Demi mendapatkan stok BBM Pertalite, saya mulai antre sejak pukul 10.00-13.40. Dan ini pun saya belum kebagian," kata Sony pengendara roda dua.

Sony mengatakan, SPBU tersebut memang sering kali mengalami kehabisan stok BBM.

"Saya langganan mengisi Pertalite untuk motor di SBPU ini, bahkan sering juga saya tidak kebagian stok," ungkapnya.

Orang berbeda, Iwan seorang supir truk mengatakan, sejak pemerintah kenaikan harga, stok BBM juga mengalami kelangkaan di Kabupaten Enrekang.

"Dari tadi pagi saya mengantre di sini demi mendapatkan Solar. Padahal kami ini butuh target untuk kerja, nah bagaimana kalau begini keadaan habis solar," katanya.

Diketahui, antrean panjang ini mulai berlantas sejak pagi, bahkan sampai siang ini sekira pukul 15.00 Wita kendaraan masih memadati SPBU.

Adapun penyebabnya, pihak SPBU tersebut mengurangi stok pengambilan BBM Pertalite, Pertamax, maupun Solar.

Yang sebelumnya 16 ribu liter, sekarang hanya tinggal 8 ribu liter.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved