Batalyon 120
Bocor! Ternyata Ini Sumur 'Uang' Batalyon 120 Ormas Bentukan Kapolrestabes Makassar dan Wali Kota
Kabar penggerebekan Batalyon 120 Makassar juga mendapat sorotan netizen di media sosial. Banyak netizen pertanyakan sumber pendapatan Batalyon 120.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Organisasi Batalyon 120 Makassar kini tengah jadi perbincangan hangat di masyarakat.
Hal tersebut usai viral video penggerebekan markas Batalyon 120 Makassar di Jl Korban 40.000 jiwa Kecamatan Tallo, Makassar, oleh jajaran Tim Patroli Perintis Presisi dan Thunder Polda Sulsel, Minggu (11/9/2022) dini hari.
Batalyon 120 merupakan inisiasi Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto dan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.
Dalam penggerebekan itu, 48 orang yang diamankan merupakan remaja belasan tahun hingga pemuda 20-an tahun, tiiga diantaranya perempuan.
Selain itu, turut diamankan 164 anak panah busur, sejumlah senjata tajam, dan botol bekas minuman keras (miras).
Kabar penggerebekan Batalyon 120 Makassar juga mendapat sorotan netizen di media sosial, termasuk Facebook Tribun Timur Berita Online Makassar.
Sejumlah netizen mempertanyakan sumber pendapatan Batalyon 120 Makassar.
Lantas dari mana sumber pendapatan Batalyon 120 Makassar untuk membiayai kegiatan operasional?
Ternyata sumber penghasilan Batalyon 120 Makassar yakni dari swadaya anggota serta penjualan botol miras.
Hal tersebut diungkap Komandan Batalyon 120, Izhald, seusai konfrensi pers pasca kejadian penggeledahan sekretariatnya, Minggu (11/9/2022).
Izhald menjelaskan, segala aktivitas pembiyaan untuk sekretariat dikumpulkan secara sukarela melalui swadaya anggotanya.
"Untuk pembiayaan semua masih swadaya, jadi saya sampaikan kepada teman-teman. Kalau ada yang minum di luar atau menemukan botol hasil minuman, coba dikumpulkan. Itu nanti yang kami jual untuk bayar token listrik," jelasnya.
Terpisah, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, saat ditemui di Mapolrestabes mengatakan, banyaknya botol miras yang ditemukan merupakan bukti kreativitas dari anggota Batalyon 120.
"Itu hasil kreativitas Batalyon 120, hasil penjualan inilah yang mereka pakai untuk biaya operasional seperti biaya listrik," jelasnya, Selasa (13/9/2022).
Diketahui, sekretariat Batalyon 120 berlokasi di Jl Korban 40.000 Jiwa, Makassar, Sulsel.
Batalyon 120 menempati bangunan ruko dengan dua lantai.
Ketua RW 4, Kelurahan Rappo Jawa, Rusdi mengatakan, sekretariat tersebut sudah ditempati Batalyon 120 sejak Juli 2022
"Sekitar bulan Juli. Kapolrestabes sendiri yang hadir waktu itu. Hampir seluruh Camat berserta Kapolsek juga hadir," ujarnya.
Sejak menempati sekretariat tersebut, kata Rusdi, dirinya mengaku sering berkomunikasi dengan Ketua Batalyon, Rusdi.
Ia berpesan, walaupun sekretariat tersebut berfungsi menjadi tempat pembinaan, Rusdi meminta agar pengurus Batalyon 120 tetap memerhatikan kenyamanan warga lain.
"Walaupun ada pembinaan, tolong jangan dilepas begitu saja," jelasnya.
Kanit Reskrim Polsek Tallo Iptu Faizal Dicopot
Usai penggerebekan sekretariat Batalyon 120, Kanit Reskrim Polsek Tallo, Iptu Faizal, dicopot dari jabatannya.
Hal ini diungkapkan Faizal saat dihubungi Tribun-Timur.com, Minggu (11/9/2022) sore.
Dia mengatakan, kabar pencopotannya ia peroleh dari Kapolsek Tallo.
Pasca kasus tersebut, Faizal untuk pertama kalinya muncul dihadapan publik.
Faizal terlihat pada saat pemusnahan barang bukti di Mapolrestabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (13/9/2022).
Faizal pun menjelaskan, alasan sebenarnya dirinya dicopot dari jabatan Kanit Reskrim Polsek Tallo.
Menurutnya, dia dipecat lantaran tidak menyampaikan fakta yang terjadi pada tim Dantim Thunder Polda Sulsel yang melakukan penggeledahan pada Minggu (11/9/2022).
"Pada saat itu, kami datang ke TKP setelah pelaksanaan sudah terjadi, artinya sudah disterilkan. Saya selaku kanit, pada waktu itu mengaku salah. Karena tidak berani menyampaikan kepada tim Dantim Thunder Polda Sulsel terkait peristiwa pidana," jelasnya, Selasa (13/9/2022).
Dirinya menambahkan, pencopotan yang ia alami murni dari kesalahan dirinya sebagai Kanit Reserse karena mengamankan 48 pemuda di Mapolsek Tallo.
"Apa yang kami dapatkan memang sudah dalam kondisi berada di markas Batalyon 120. Sehingga terjadi peristiwa seperti itu, saya menyadari bahwa itu kekurangan saya sebagai kanit tidak berani menyampaikan bahwa hal ini tidak bisa ditindaklanjuti karena belum terdapat peristiwa pidana," ujarnya.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto pun menambahkan, Iptu Faizal tidak menjalankan fungsinya sebagai Kanit Reskrim dengan baik.
Apalagi, tidak menerapkan Restorative Justice (RJ) pada penangkapan Batalyon 120 yang belum masuk peristiwa pidana.
"Tidak berani menyampaikan kalau itu belum masuk peristiwa pidana, sampai berita ini menjadi blunder," katanya.
Sementara itu, pengamat hukum UMI Makassar, Prof Hambali Thalib angkat bicara soal RJ yang dialamatkan Kapolrestabes Makassar kepada Iptu Faizal.
Menurutnya, tindakan RJ di Peraturan Kepolisian No 8 tahun 2021 itu benar bisa dilakukan untuk tindakan pidana ringan.
Namun, Prof Hambali Thalib menekankan, RJ baru benar-benar berlaku ketika dua pihak yang terlibat dalam satu perkara itu dipertemukan oleh pihak kepolisian.
"Bunyinya seperti ini perdamaian dari dua belah pihak yang dibuktikan dengan kesepakatan perdamaian dan ditanda tangani oleh para pihak," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (12/9/2022).
"Seharusnya kalau memang ada warga melapor, itu kemudian dipertemukan antara warga dengan pihak Batalyon 120 ini," tambahnya.
Sebagai seorang akademisi, Prof Hambali Thalib juga menyayangkan pencopotan Kanit Reskrim Tallo, Iptu Faizal, oleh Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto.
Dirinya mengaku, alasan ketidakprofesionalitas belum ia temukan di kasus penggeledahan Sekretariat Batalyon 120 ini.
"Jadi ketika ada laporan dari warga dan dibuktikan polisi bisa melakukan tangkap tangan. Tangkap tangan ini dibolehkan jika sudah terbukti permulaan yang cukup dan seorang yang diduga melakukan tindak pidana. Jadi saya rasa, kinerja kanit itu sudah profesional dan sesuai dengan pasal 17 KUHAP. Dan melakukan pendataan. Dan kalau dia masih masuk perkap tadi dilakukan pengamanan paling lama 1x24 jam. Jadi, soal alasan tidak profesional itu saya rasa tidak tepat," tukasnya.
Tentang Batalyon 120 Makassar
Organisasi Batalyon 120 dikabarkan terbentuk atas inisiasi Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto dan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.
Kabar itu dikuatkan saat pembentukan atau launching yang berlangsung di Lapangan Karebosi pada Senin (14/3/2022) malam.
Dalam peluncuran itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto hadir bersama Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.
Tidak hanya itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana juga hadir dalam launching itu.
Saat Sekretariat Batalyon 120 itu diresmikan, pada 22 Juli lalu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto, juga hadir.
Tujuan Batalyon 120 dibentuk kata Komandan Batalyon 120 Izhald, untuk menekan angka kriminal jalanan di Kota Makassar.
"Tujuan dibentuknya Batalyon agar dapat merangkul mereka supaya tidak melakukan kejahatan lagi," kata dia.
"Kami mulai melebarkan sayap, karena per hari ini masih banyak masyarakat yang mengeluh akan geng motor," sambungnya.
Sejauh ini lanjut Izhald sudah terdapat sembilan ketua geng motor yang direkrut sebagai anggota Batalyon 120.
"Jadi ada sembilan ketua geng motor yang sudah kami rekrut. Misalnya geng bodrex dan geng terobos itu sudah kita rekrut," jelas Izhald.
"Itulah yang kami lakukan sehingga ada banyak anak-anak di sini, dari Gowa dan Maros. Cuman belakangan ini masih ramai lagi karena masih ada kabupaten tetangga yang datang masuk pergi ke kota Makassar," tuturnya. (*)
Laporan Jurnalis Tribun Timur Muh Sauki Maulana