Pemprov Sulsel

Sekprov Abdul Hayat Minta ASN Sulsel Tingkatkan Kualitas Demi Pelayanan Publik

Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sulsel untuk dapat meningkatkan kualitas diri

Editor: Ari Maryadi
Humas Pemprov Sulsel
Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani, membuka Pelatihan Government Transformation Academy (GTA) Digital Talent Scholarship (DTS) di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulsel, di Jalan Cendrawasih, Makassar, Senin, 5 September 2022. Pelatihan melibatkan ASN lingkup Sulsel. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sulsel untuk dapat meningkatkan kualitas dirinya.

Peningkatan kualitas diharapkan sejalan dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Abdul Hayat Gani saat membuka Pelatihan Government Transformation Academy (GTA) Digital Talent Scholarship (DTS), di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulsel, di Jalan Cendrawasih, Makassar, Senin, 5 September 2022.

Abdul Hayat berharap pelatihan ini menjadi kesempatan bagi para ASN untuk dapat menjadi ASN yang handal, yang tidak tertinggal dengan sistem kerja berbasis teknologi digital.

"Tidak semua orang diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini. Pelatihan ini bagaimana mengatur tentang data, sehingga kita tidak tertinggal. Urgensi GTA ini tujuan awal kita tidak mau tertinggal dengan teknologi," jelasnya.

Menurutnya, pelatihan ini memberikan tiga manfaat bagi para peserta. Yakni transfer of knowledge, transfer of value, dan transfer of skill.

Untuk itu, selama kegiatan pelatihan berlangsung, diharapkan para ASN peserta pelatihan secara aktif melakukan dialogis dengan narasumber. Mengingat tujuan dari pelatihan ini adalah kesejahteraan masyarakat.

"Ada tiga transfer dalam pelaksanaan Diklat itu, yakni transfer of knowledge, transfer of value, dan transfer of skill. Lebih banyak skillnya kalau perlu di transformasikan ilmu ini. Kalau perlu 60 persen itu paling minim," ungkapnya.

Abdul Hayat menegaskan, hasil dari kegiatan ini perlu dikawal bersama, karena target inti dari kegiatan ini adalah memberikan pelayanan terbaik dalam menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved