Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Paparkan e-Andalan ke Siswa SMAN 5 Tana Toraja, Gubernur Sulsel: Kita Ingin Pendidikan Satu Standar

Di sekolah itu, Andi Sudirman Sulaiman meninjau proses pembelajaran Smart School.

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman saat memaparkan aplikasi e-Andalan di SMAN 5 Tana Toraja, Makale, Kamis (1/9/2022). Aplikasi itu dibuat oleh Dinas Pendidikan Sulsel untuk mendukung pembelajaran smart school. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengunjungi SMAN 5 Tana Toraja, Makale, Kamis (1/9/2022).

Di sekolah itu, Andi Sudirman Sulaiman meninjau proses pembelajaran Smart School.

Saat memasuki kelas XII MIA 1 SMA itu, siswa sedang belajar Sosiologi secara virtual.

Gurunya Sosiologi siswa tersebut adalah Luktfy Alam. Guru asal SMAN 1 Soppeng.

Di kelas tersebut, Andi Sudirman Sulaiman memaparkan aplikasi e-Andalan.

Aplikasi itu dibuat oleh Dinas Pendidikan Sulsel untuk mendukung pembelajaran smart school.

Smart school mulai aktif dilakukan pada tahun ajaran 2022/2023.

Hadirnya smart school, kata Andi Sudirman Sulaiman, mendukung Merdeka Belajar.

"Sudah dipakai anak-anak kita dan sudah guru ngajarnya satu standar. Smart school ini juga memberikan informasi cepat kepada anak sekolah yang ada di daerah-daerah," katanya.

"Serta mendukung program bapak Presiden, untuk Merdeka Belajar," tambahnya.

Program Smart School Satu Standar, Satu Guru, Satu Sulsel digagas oleh Gubernur Andi Sudirman.

Dalam program itu, menghadirkan sistem pembelajaran hybrid.

Melalui pendekatan digital, kualitas dan mutu yang diterima siswa/siswi SMA se-Sulsel seragam.

"Kita ingin, pelajar kita se-Sulsel satu standar, kualitas, dan mutu pendidikan yang diterima," kata Andi Sudirman Sulaiman.

Pada aplikasi tersebut, setiap siswa mengikuti pembelajaran online terlebih dahulu yang diantarkan oleh guru-guru pilihan dan terbaik se-Sulsel.

Proses pembelajaran bisa dilakukan secara interaktif melalui perangkat smart TV.

Kemudian disusul pendalaman mata pelajaran secara offline di kelas masing-masing bersama guru pendamping.

Ini merupakan inovasi sistem Pembelajaran hybrid pertama yang dihadirkan oleh Pemerintah Provinsi di Indonesia. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved