Opini Anwar Arifin AndiPate

Opini Anwar Arifin AndiPate: Bandit Intelektual

OTT Tim KPK tehadap Profesor, Doktor Karomani, Rektor Univesitas Lampung sungguh membuat hati kita pilu.

INFOGRAFIS TRIBUN TIMUR
Anwar Arifin AndiPate - Opini Anwar Arifin AndiPate: Bandit Intelektual 

TRIBUN-TIMUR.COM - Operasi tankap tangan (OTT) Tim KPK (Komisi Pemberatasan Korupisi) tehadap Profesor, Doktor Karomani, Rektor Univesitas Lampung, di Lembang Jawab Barat, Sabtu (20/8/2022) sungguh membuat hati kita pilu.

Rektor adalah pemimpin tertinggi di universitas, sebuah lembaaga ilmiah yang disebut juga sebagai lembaga yang memimilik kekuatan moral, sebagai panutan masyarakat.

Sebagai orang yang terlibat jauh dalam pembentukan Paket Undang–Undang Bidang Pendidikan (2003-2012), tentu sangat perihatin, karena tujuan pendidikan nasional, tidak tercapai.

Bahkan terjadi pelanggaran Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi, ditegaskan bahwa pendidikan tinggi berasaskan: “Kebenaran ilmiah, penalaran, kejujuran, keadilan, manfaat, kebajikan, tanggung jawab, kebhinekaan, dan keterjangkuan” (Pasal 3).

Juga tentang beban mahasiswa di rumuskan, “Perguruan Tinggi atau penyelenggara perguruan tinggi menerima pembayaran yang ikut ditanggung oleh mahasiswa untuk membiayai studinya sesuai KEMAMPUAN mahasiswa orang tuanya, atau pihak yang membiayainya”(Pasal 76.ayat 3).

KPK juga menangkap Wakil Rektor I Bidang Akademik, Heryadi, Ketua Senat Unila, Muhammad Basri, dan penyuap selaku keluarga mahasiswa, Andi Desfiandi.

Rektor Karomani dkk, diduga memperkaya diri, melalui suap dari program seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri.

Modusnya, penarikan uang sekitar Rp100 juta-Rp350 juta permahasiswa, sehingga berhasil mengumpulkan Rp4,4 miliar.

Dana itu menurut Saifur Rohman, selain untuk kepentingan pribadi sebagian dialihkan menjadi depoisto dan emas batangan (Kompas,26/8/22).

Tindakan rektor dkk, itu mengingatkan kita kepada istilah “Bandit Intelektual” yang diperkenalkam kritikus terkenal dari Rusia, Grigori Pomorantas, tentang “Peranan Kaum Intelektual” dalam suratnya kepada filsuf, M.A.Lifsjits (1978).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved