Demo Kenaikan BBM
Mahasiswa HMI dan Anggota DPRD Sinjai Tolak Kenaikan Harga BBM dan Tarif Listrik
Mereka menggelar aksi demo di perepatan Jl Jenderal Sudirman dan Jl Bung Tomo Sinjai hingga berakhir di DPRD Sinjai.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Muh. Irham
SINJAI, TRIBUN-TIMUR.COM - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sinjai, Sulawesi Selatan menggelar aksi demonstrasi, Senin (28/8/2022).
Mereka menggelar aksi demo di perepatan Jl Jenderal Sudirman dan Jl Bung Tomo Sinjai hingga berakhir di DPRD Sinjai.
Di jalan tersebut mereka menggelar orasi di tengah badan jalan sambil bakar ban.
Saat bakar ban bekas, polisi sempat berusaha menghalangi mahasiswa.
Mahasiswa berusaha merebut ban bekas tersebut lalu membakarnya kembali dan saling dorong dengan mahasiswa.
Usai menggelar aksi demo di tempat itu, mahasiswa kembali melakukan aksi bakar ban di depan kantor DPRD Sinjai.
Usai bakar ban bekas, mahasiswa diterima oleh anggota DPRD.
Di ruang aspirasi mahasiswa HMI bersama anggota DPRD sepakat menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM dan tarif listrik.
"Kami tolak rencana pemerintah naikkan harga BBM, tarif listrik dan (RKUHP) yang kontroversial," kata Jendral Lapangan, Erdin Hidayat.
Ia mengatakan rencana menaikkan BBM dan tarif dasar listrik semakin membuat masyarakat bawah menderita secara ekonomi.
Karena itu, mereka berharap kepada anggota DPRD Sinjai dan pemerintah di Sinjai untuk menolak rencana pemerintah.
Melihat permintaan mahasiswa itu, anggota DPRD Sinjai Musawwir bersama Zulkifli mewakili pimpinan dan anggota DPRD Sinjai lainnya ikut menolak rencana kenaikan BBM tersebut.
"Kami setuju dengan aspirasi adik-adik mahasiswa, rencana pemerintah itu membuah masyarakat ekonomi lemah makin berat," kata Musawwir.
Usai menyampaikan penolakan, Musawwir dan Zulkifli bersama mahasiswa ikut menandatangani selembaran kertas penolakan kenaikan BBM dan tarif listrik.
Aspirasi itu akan mereka sampaikan ke pemerintah pusat.
Ia menyayangkan pemerintah pusat terhadap rencana menaikkan harga BBM dan tarif listrik.
Padahal masyarakat Indonesia baru bangkit dari keterpurukan ekonomi pasca Covid-19 melanda negara itu termasuk masyarakat Sinjai. (*)