Forum Dosen Unhas Menduga Rektor Unila Korupsi karena Tekanan Politik
Hasrullah mengatakan bahwa kasus tersebut terjadi karena adanya tekanan politik sehingga melakukan hal tersebut.
Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dosen Fakultas Ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) Hasrullah turut menanggapi kasus korupsi yang dilakukan Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani.
Hasrullah mengatakan bahwa kasus tersebut terjadi karena adanya tekanan politik sehingga melakukan hal tersebut.
Menurutnya, aliran dana yang begitu besar, tidak terjadi begitu saja tanpa adanya transaksi lain sebelumnya.
Demikian ia sampaikan dalam dialog forum dosen di Kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430 Kota Makassar, Kamis (25/8/2022).
"Jadi ini motifnya lebih banyak ke politik. Tapi biar KPK yang mengungkap akar masalahnya nanti," katanya.
Hasrullah sampai saat ini masih mempertanyakan alasan Karomani mengambil uang yang begitu banyak.
Apalagi yang digunakan itu adalah uang dari mahasiswa.
Menurutnya, kasus ini terjadi sebab Unila memiliki hutang politik yang harus dibayar.
"Kalau dibilang tim sukses, pasti ada sesuatu yang harus dia bayar," katanya.
"Tekanan politik menyebabkan Rektor Unila seperti ini," tambahnya.
Ia berharap kampus sebagai lingkup akademisi, seharusnya bersih dari perilaku kotor seperti ini.
"Saya berharap kampus itu jernih. Jauh dari hal seperti ini," harapnya.
Ia juga menceritakan sebuah kasus yang pernah terjadi di tempat dia mengajar.
Di Unhas, kata dia, pernah ada yang dikeluarkan saat diketahui menjadi makelar.
"Dikeluarkan karena tidak sesuai dengan aturan yang kita sepakati," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/fiisiiip-64646.jpg)