Opini Damang Averroes Al Khawarizmi

Opini Damang Averroes Al-Khawarizmi; Membela Sambo

Jenderal berbintang dua Ferdy Sambo dibully habis-habisan di media sosial, tidak manusiawi, bengis, kejam, dan pengarang cerita fiktif.

Damang Averroes Al-Khawarizmi
Damang Averroes Al-Khawarizmi - Penulis opini Membela Sambo 

Setelah itu, dengan emosi Sambo yang tidak bisa terkontrol lagi, ia menemui Yosua di kamar tamu. Melampiaskan emosinya, menganiaya Yosua hingga babak belur, termasuk dengan tangannya sendiri ia menembak mati Yosua.

Saya berkeyakinan pembunuhan itu sama sekali tidak melibatkan Bharada E, Ricky, dan Kuwat Ma’ruf.

Alasannya, pertama, dengan emosi yang sudah memuncak tidak mungkin ada waktu bagi Sambo memberikan perintah kepada Bharada E untuk menembak Yosua.

Termasuk tidak ada waktu bagi Sambo, untuk melibatkan Ricky dan Kuat sebagai pembantu kejahatan dalam membunuh Yosua.

Kedua, Sambo dengan pangkat jenderal berbintang dua, tidak mungkin ia akan menggunakan tangan orang lain (ajudannya) untuk membunuh Yosua.

Jatuh harga diri seorang jenderal jika bukan dengan tangannya sendiri membunuh orang yang menjadi perusak rumah tangganya.

Maka, dengan berdasarkan ilustrasi tersebut di atas, sesungguhnya delik yang terjadi bukanlah pembunuhan berencana, tetapi pembunuhan biasa.

Peristiwanya, seorang yang sudah dengan emosi tanpa kontrol, tidak mungkin ada waktu yang cukup bagi Sambo berpikir tenang dan melaksanakan kehendak dengan tenang dalam membunuh Yosua.

Jangan kira bahwa kondisi korban yang banyak luka akibat penganiayaan, berupa sayatan, tusukan, tembakan.

Keji dan bengis, cara-cara pembunuhannya oleh pelaku dilakukan dengan cara berencana.

Justeru dalam beberapa kasus, mayoritas pembunuhan biasa, lazim meninggalkan korban “mati” dalam keadaan banyak luka, karena dilakukannya dalam keadaan kalap.

Motif

Untuk pembunuhan yang berkualifikasi, baik biasa maupun berencana, memang tidak membutuhkan motif sebagai syarat terpenuhinya unsur-unsur tindak pidananya.

Tetapi penting bagi terdakwa dalam pledoinya untuk mendapatkan keringanan hukuman, selagi perbuatan yang didakwakan itu, diakuinya.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved