Opini Damang Averroes Al Khawarizmi

Opini Damang Averroes Al-Khawarizmi; Membela Sambo

Jenderal berbintang dua Ferdy Sambo dibully habis-habisan di media sosial, tidak manusiawi, bengis, kejam, dan pengarang cerita fiktif.

Damang Averroes Al-Khawarizmi
Damang Averroes Al-Khawarizmi - Penulis opini Membela Sambo 

Hakim dalam menjatuhkan berapa lama waktunya hukuman penjara, juga kerap mempertimbangkan alasan yang melatarbelakangi terdakwa melakukan kejahatan.

Jikalau karena alasan yang mendasari sehingga Sambo melakukan pembunuhan karena rahasia “istri sirinya” dibocorkan oleh Yosua. Maka, ini termasuk hal yang meringankan hukuman bagi Sambo.

Alasan ini, mungkin sepintas lalu tidak rasional.

Namun bagi orang timur, yakni Sambo yang kelahiran Kabupaten Barru, dengan marga Toraja. Soal “kepercayaan” merupakan hal yang penting harus dijaga selamanya. Perilaku bagaimanapun “buruknya” seorang atasan, cukuplah dia (Yosua) dan Sambo yang mengetahuinya.

Kalau Sambo sering membawa dan mengikutkan Yosua dalam menemui “istri sirinya” itu artinya Sambo sangat percaya dengan Yosua.

Dalam tradisi dan adat orang timur, masyarakat di sekitar wilayah Sulawesi Selatan, kalau orang sudah diberi makan satu kali saja, maka besar hutang budinya kepada orang yang telah memberinya makan.

Bahkan berperilaku buruk pun, akan terus dan selamanya ia bela, sebagai caranya hutang budi itu dibalas.

Simak apa yang telah dilakukan Sambo kepada Yosua. Jangankan makan, jabatan, tempat tinggal pun, hingga kepercayaan ia sudah berikan kepada ajudannya. Tetapi Yosua ternyata tidak menjaga kepercayaan atasannya.

Dan perlu diingat, bahwa sebagian besar orang dari Sulsel itu, kukuh untuk terus mempertahankan keluarganya.

Tidak akan membuat hancur dan terjadi perceraian rumah tangganya. Sekalipun si laki-lakinya telah berselingkuh atau nikah siri dengan perempuan lain.

Ia terus berusaha menutup rahasia itu, dengan alasan rumah tangganya yang satu tetap ia mau pertahankan.

Ia tetap menyayangi istrinya, dan tidak mau anak-anaknya tidak lengkap ayah-ibunya.

Perkaranya, Yosua telah lancang dan membocorkan rahasia atasannya. Yosua cukup berani untuk mamasuki dan mencampuri urusan rumah tangga Sambo dan Putri.

Yosua telah menjadi pemicu pertengkaran dua sejoli, suami-istri. Yosua telah menjadi orang yang menghancurkan rumah tangga orang yang telah menghidupinya, makan dan minumnya ditanggung oleh atasan, tetapi kepercayaan tidak ia jaga.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved