Polisi Tembak Polisi

Kok Bisa? Tersangka, Pengacara, Penyidik Kematian Brigadir J Ternyata 1 Sekolah Irjen Ferdy Sambo

Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo sekaligus tersangka pembunuhan Brigadir J; serta Arman Hanis, pengacara Putri Candrawathi

Editor: Edi Sumardi
DOK PRIBADI
Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan Arman Hanis (dari kiri ke kanan). Irjen Ferdy Sambo sekaligus mantan Kadiv Propam Polri merupakan tersangka pembunuhan Brigadir J, sedangkan Arman Hanis merupakan pengacara Putri Candrawathi. 

TRIBUN-TIMUR.COM - SMA Negeri 1 Makassar atau Smansa itu terbawa-bawa dalam proses hukum kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Hal ini karena pengacara, tersangka, maupun penyidik merupakan alumni sekolah menengah atas yang beralamat di Jl Gunung Bawakaraeng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan atau Sulsel itu merupakan alumni Smansa.

Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo sekaligus tersangka pembunuhan Brigadir J; serta Arman Hanis, pengacara Putri Candrawathi istri Irjen Ferdy Sambo merupakan alumni Smansa Makassar angkatan tahun 1991.

Senior Irjen Ferdy Sambo di Korps Bhayangkara sekaligus Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian R Djajadi merupakan alumnus angkatan tahun 1987.

Brigjen Pol Andi Rian R Djajadi menjadi salah satu perwira tinggi yang ikut menyelidiki kasus ini.

Baca juga: Siapa Brigjen Andi Rian Djajadi? Jenderal Berdarah Bugis Pimpin Pemeriksaan Irjen Ferdy Sambo

Dia menjadi Ketua Tim Penyidik pada tim khusus yang dibentuk Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Seorang lainnya, Muhammad Burhanuddin sekaligus pengacara Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E merupakan alumnus angkatan tahun 1989.

Bharada E merupakan salah satu tersangka sekaligus eksekutor Brigadir J.

Ibaratnya, ada Smansa connection atau geng Smansa di dalam kasus ini, entah kebetulan atau tidak.

Hasil otopsi

Dikutip dari Kompas TV, dokumen laporan autopsi pertama jenazah Brigadir J tidak ditemukan adanya tanda aktivitas seksual sebelum tewas.

Hasil itu disimpulkan, setelah dokter yang melakukan pemeriksaan luar mengambil swab penis dan anus dari jenazah Brigadir J.

Ini membuktikan tidak ada ejakulasi.

Baca juga: Rekam Jejak Satgasus Merah Putih Pimpinan Irjen Ferdy Sambo, Diisi Brigadir J dan Penembak di Km 50

Mengutip dari Harian Kompas, Jumat (12/8/2022), proses pemeriksaan luar tubuh jenazah Brigadir J dilakukan mulai pukul 22.30 WIB oleh dua dokter forensik dan seorang teknisi forensik Rumah Sakit Bhayangkara R Said Sukanto Jakarta Timur, Jumat (8/7/2022). 

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved