Stunting

Jeneponto Penyumbang Stunting Terbanyak di Sulsel

Hal ini berdasarkan data dari BKKBN Sulsel pada 2021, Stunting di Jeneponto berada pada angka 37,9 persen.

Penulis: Muh Rakib | Editor: Sukmawati Ibrahim
M RAKIB/ TRIBUN JENEPONTO
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Syusanti A Mansur, Selasa (9/8/2022). Ia mengakui Kabupaten Jeneponto, masuk urutan pertama penyumbang Stunting terbanyak di Sulawesi Selatan (Sulsel). Hal ini berdasarkan data dari BKKBN Sulsel pada 2021, Stunting di Jeneponto berada pada angka 37,9 persen.     

TRIBUNJENEPONTO.COM - Kabupaten Jeneponto, masuk urutan pertama penyumbang Stunting terbanyak di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hal ini berdasarkan data dari BKKBN Sulsel pada 2021, Stunting di Jeneponto berada pada angka 37,9 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Syusanty A Mansyur membenarkan, Jeneponto penyumbang Stunting terbanyak.
 
"Memang menjadi daerah tertinggi di Sulsel untuk tahun 2021," ujarnya, Selasa (9/8/2022).

Data ini merupakan tahun 2021 lalu. Untuk data di tahun 2022 baru akan dirilis Agustus hingga Oktober.

"Jadi kalau kami mau berkomentar mungkin itu data tahun 2021 lalu, kalau ditarik datanya bulan Agustus-Oktober," ungkapnya.

Ada beberapa faktor penyebab terjadi stunting di Jeneponto salah satunya, kurangnya asupan gizi.

"Banyak sekali faktor untuk penyebab stunting, salah satunya yah pola asuh, ketersediaan apa yang mau dimakan, kemudian ada juga memang karena hijen sanitaisi itu sangat berpengaruh kalau di rumah tangga kita ada jamban, ada apa itu supaya tidak sakit-sakitan itu harus ada," jelasnya.

Selain faktor itu semua, pernikahan dini juga menjadi jadi salah satu penyebab Stunting. 

"Kita di Jeneponto ada namanya pernikahan dini, itu salah satu penyebabnya," katanya.

Menurutnya, wanita menikah di usia dini akan melahirkan anak dengan berat badan tidak normal.

"Melahirkan anak-anak yang BBLR itu bisa menjadi pencetus anak-anaknya nanti stunting, karena berat badan lahirnya saja kurang, ditambah dengan asupan yang kurang, ditambah dengan apa yang mau dimakan tidak cukup," tuturnya. (*)

Laporan Kontributor Tribun Jeneponto, Rakib

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved