Ternak Sapi Asal Sinjai Sudah Ditolak Masuk Kalimantan Timur

Buntut 30 ekor ternak sapi warga Kabupaten Sinjai terdeteksi Penyakit Mulut dan Kuku, Kalimantan Timur tolak kiriman dari Sinjai

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Waode Nurmin
(dok. Dinas Peternakan)
Petugas Kesehatan Hewan di Sinjai periksa sapi yang terindikasi PMK di Bulupoddo. 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UATAR- Ternak asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan sudah tidak diizinkan masuk di Kalimantan Timur.

Hal itu dilakukan oleh Dinas Peternakan Kalimantan Timur setelah 30 ekor ternak sapi di Kabupaten Sinjai positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

" Sekarang ini sapi asal daerah kita Sinjai, sudah tidak diizinkan masuk di Kalimantan Timur," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sinjai, Burhanuddin, Jumat (5/8/2022).

Meski pemerintah setempat sudah mensterilkan daerah tersebut dari ternak sapi asal daerah yang memiliki PMK.

Selain asal sapi dari Sinjai, Sulawesi Selatan, Pemerintah Kalimantan Timur juga menolak ternak sapi asal Bali, Nusa Tenggara Timur, dan asal Pulau Jawa.

Sebab di daerah itu sejumlah ternak sapi sudah positif PMK.

Kalimantan Timur adalah salah satu pasar yang paling subur untuk masyarakat peternak sapi di Sinjai.

Khusus di Kabupaten Sinjai terdeteksi 30 ekor ternak sapi milik warga yang positif PMK.

Sapi warga yang terbanyak terkena penyakit PMK berada di Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo.

Selain itu juga pernah ada di Desa Bua, Kecamatan Tellulimpoe.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved