Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PT GMTD Tbk

Tanjung Bunga Kota Mandiri Dulu, Kini, dan, Nanti

Kawasan Tanjung Bunga Makassar yang saat ini terlihat megah, cantik dan menyejukkan pandangan, tentu tidak berdiri begitu saja.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Sukmawati Ibrahim
Tanjung Bunga
Penampakan show unit Rolling Hills hunian Tanjung Bunga, besutan arsitektur kelas dunia pemenang penghargaan internasional Alex Bayusaputro. Hunian dua lantai ini mengusung desain modern dengan konsep terbuka dan jendela besar. Tepat di samping Rollong Hills berdiri Marketing Gallery Tanjung Bunga yang dikemas apik serta dilengkapi kafe Instagramble. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kawasan Tanjung Bunga Makassar yang saat ini terlihat megah, cantik dan menyejukkan pandangan, tentu tidak berdiri begitu saja.

Melainkan, dia ibarat menempuh perjalanan panjang yang berliku-liku dan penuh rintangan.

Kurang lebih dua dekade sebelumnya, Tanjung Bunga Makassar adalah kawasan yang tidak bernilai.

Dia diselimuti rawa-rawa, empang, dan hutan rambat. Bagai kawasan terisolir, sehingga tidak memiliki akses yang memadai.

Masyarakat sekitarpun seperti hidup di pedalaman hutan dan jauh dari kemajuan.

Mereka kesulitan dalam berbagai hal, seperti beraktivitas ke jantung kota Makassar.

Apabila anak-anak ingin bersekolah ke Kota Makassar, maka mereka mesti menyeberangi sungai Jeneberang.

Satu-satunya transportasi memadai kala itu adalah menaiki katinting.

Namun, takdir menghampiri mereka. Melalui Gowa Makassar Tourism Development Corporation (GMTDC), kawasan tak bernilai itu disulap menjadi kota mandiri, layak huni, dan berkemajuan.

GMTDC adalah pengembang yang lahir dari perkawinan antara korporasi dan pemerintah pada tahun 1991.

GMTDC terus melakukan pembangunan Jalan Metro Tanjung Bunga sepanjang enam kilometer pada tahun 1997.

GMTDC mengubah dirinya menjadi PT GMTD Tbk pada tahun 1998.

Dia ibarat ulat bulu menjadi kupu-kupu indah, PT GMTD Tbk terbang bebas menebar keindahan di kawasan Tanjung Bunga. Dia mengembangkan kawasan kurang lebih 1000 hektare dengan beragam terobosan hingga saat ini.

Associate Director PT GMTD Tbk, Eka Firman menuturkan tentang komitmen PT GMTD dalam menggencarkan pembangunan hunian dengan fasilitas penunjang di Kawasan Tanjung Bunga dari tahun 1998.

“Setelah berubah menjadi PT GMTD, kami langsung mengeksekusi pembangunan cluster pertama, yaitu Taman Toraja dan Taman Losari pada tahun 1998. Agar layak huni, maka kami menyediakan beragam fasilitas. Apalagi saat itu, tidak banyak pengembang yang menawarkan hunian dengan beragam fasilitas,” katanya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved