Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

61 Anak Ikut Pemeriksaan Gigi dan Mulut Secara Gratis di Puslitbang LP2M Unhas

Penyuluhan kesehatan yang terdiri dari pemeriksaan gigi mulut anak stunting ini dilaksanakan di Desa Bulu Cindea, Kabupaten Pangkep, Rabu (27/7/2022).

Penulis: Rudi Salam | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Puslitbang LP2M Unhas menggelar penyuluhan kesehatan yang terdiri dari pemeriksaan gigi mulut anak stunting di Desa Bulu Cindea, Kabupaten Pangkep, Rabu (27/7/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pusat Penelitian dan pengembangan (Puslitbang) Kesehatan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar penyuluhan kesehatan.

Penyuluhan kesehatan yang terdiri dari pemeriksaan gigi mulut anak stunting ini dilaksanakan di Desa Bulu Cindea, Kabupaten Pangkep, Rabu (27/7/2022).

Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian, serta Pengembangan daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Pangkep. 

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan pada LP2M Unhas, Prof Dr drg Muhammad Harun Achmad, mengatakan kesehatan mulut adalah komponen penting dalam kesehatan tubuh yang secara komprehensif. 

Rongga mulut yang sehat, kata dia, dapat memfasilitasi konsumsi makanan bergizi dengan benar, menjaga kualitas hidup, dan menjaga produktivitas. 

Makanya dengan dilakukannya pemeriksaan gigi mulut anak-anak di Pangkep  merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan dan pertumbuhan anak secara komprehensif. Sehingga mencegah terjadinya stunting," katanya, via rilis, Kamis (28/7/2022).

Prof Harun menjelaskan, kebetulan kegiatan pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ini, juga terkait dengan bagian dari riset dan kajian penanganan stunting di Sulsel. 

Di mana sebelumnya telah dilakukan di beberapa kabupaten, salah satunya di Jeneponto.

Kalau di Pangkep itu ada sekitar 61 anak yang di ajak memeriksakan gigi dan mulutnya. Mereka ini sudah di data dari Dinkes setempat,” katanya.

Ini juga bagian dari upaya kami sebagai team dari SDGs Unhas yang salah satu fokusnya adalah tentang stunting," sambung Prof Harun.

Dirinya berharap, bukan hanya Pangkep sebagai daerah sasaran riset dan pengabdian, tetapi beberapa kabupaten lagi akan disasar sesuai dengan kesiapan daerah tersebut. 

Sebab program ini akan dilihat jangka panjangnya terkait stunting di beberapa daerah.

Pihaknya akan membuat kajian dan mencoba menjadikan desa sasaran sebagai desa binaan.

Rencananya kita usahakan semua Kabupaten di Sulsel, tetapi tentunya harus  dibicarakan dan mendapat persetujuan ketersediaan komunikasi dengan pemerintah setempatnya,” kara peneliti yang meraih gelar guru besarnya di usia 47 tahun tersebut.

Output dari kegiatan tersebut adalah dalam bentuk rekomendasi kebijakan strategis terkait stunting.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved