Ekspor Komoditi Sulsel Meningkat 45,60 Persen Triwulan I 2022
Sebanyak 46,24 ton kopra hitam seharga Rp 749. 499.680 diekspor ke Bangladesh.
Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Karantina Pertanian Makassar, Lutfie Natsir, melepas ekspor perdana komoditas kopra hitam dengan negara tujuan Bangladesh.
Sebanyak 46,24 ton kopra hitam asal Sulsel diekspor ke Bangladesh.
Harga 46,24 ton kopra hitam mencapai Rp 749 juta lebih.
Lutfie Natsir menyebutkan eksportir komoditi di Sulawesi Selatan meningkat 45,60 persen triwulan pertama tahun ini.
Baca juga: 46,24 Ton Kopra Hitam Asal Sulsel Diekspor ke Bangladesh, Nilainya Capai Rp 749 Juta
Baca juga: Kementerian Pertanian Ekspor 46,24 Ton Kopra Hitam Asal Sulsel ke Bangladesh
Hal tersebut ia sampaikan berdasarkan data Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan periode Januari hingga Maret 2022.
Ekspor di sektor pertanian, kata dia, menunjukkan pertumbuhan senilai Rp 1,25 triliun.
Sementara itu, kopra asal Sulsel sendiri telah diekspor ke beberapa negara tujuan antara lain Pakistan dan Afganistan.
"Volume ekspor pada tahun 2020 sebesar 149,121 ton dan 2021 sebesar 29,5 ton," katanya saat melepas ekspor kopra di gudang milik CV Aflaha Coconut Mandiri yang berlokasi di Kompleks Pergudangan 88 Pattene, Jl Ir Sutami, Biringkanaya, Makassar, Selasa (26/7/2022).
Lutfie Natsir mengapresiasi pencapaian CV Aflaha Coconut Mandiri yang menjadi pioneer eksportir kopra hitam dari Sulawesi Selatan.
Ia berharap pelepasan ekspor ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial.
Tetapi menjadi momentum yang berkelanjutan, menghasilkan nilai ekspor yang terus meningkat dan bertambahnya tujuan negara ekspor.
"Perlu digaris bawahi bahwa Karantina Pertanian Makassar siap mengawal, memfasilitasi dan memberikan pelayanan terbaik demi keberlanjutan ekspor kopra di Sulawesi Selatan," ujarnya.
Menurutnya, peningkatan ekspor merupakan salah satu kunci untuk memperbaiki perekonomian nasional.
Dengan potensi ekspor yang sangat besar, baik itu dari keragaman komoditas, kualitas, serta negara tujuan ekspor.
Situasi pandemi dan perekonomian global yang sedang lesu bukan penghalang atau membuat masyarakat menyerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Natsir-saat-memberi-sambutan-pelepasan-ekspor-kopra.jpg)