Pekerja Migran Indonesia
Disnakertrans Sulsel Lepas 16 PMI ke Arab Saudi dan Jepang
Pelepasan dilakukan di kantor Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Kota Parepare, Jalan Karaeng Burane, Kecamatan Ujung, Kota Parepare.
Penulis: M Yaumil | Editor: Muh. Irham
PAREPARE, TRIBUN-TIMUR.COM - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) lepas 16 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi dan Jepang.
Pelepasan dilakukan di kantor Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Kota Parepare, Jalan Karaeng Burane, Kecamatan Ujung, Kota Parepare.
Kegiatan pelepasan ini merupakan acara perdana LTSA setelah diresmikan dua tahun lalu.
Hadir Kepala Disnaker Kota Parepare, Kepala BP2MI Sulsel, BP2MI Parepare, Disdukcapil Sulsel dan Kepala LTSA Parepare.
Kepala Disnakertrans Sulsel, Ardilles Saggaf mengatakan PMI yang dikirim akan bekerja di sektor kesehatan.
"PMI yang di Arab Saudi ini bekerja di rumah sakit sebagai perawat dan di jepang sebagai perawat lansia," katanya , Selasa (19/7/2022) siang.
Adapun ke 16 PMI telah dikontrak selama dua tahun.
PMI yang dilepas hari ini telah melalui tahap seleksi administrasi dan pengetahuan dasar peserta, khususnya bahasa asing.
"Pihak kita bekerja sama dengan Pasmindo dalam penyeleksian dan memilih mana yang lolos untuk diberangkatkan," ujarnya.
Peserta berasal dari berbagai daerah seperti, Kabupaten Gowa, Luwu, Bulukumba, Selayar, Enrekang, dan Parepare.
10 PMI yang berangkat ke Arab Saudi mempunyai dasar ilmu sebagai perawat.
Kemudian, 6 PMI yang ke Jepang melalui kursus dan sertifikasi.
Ardilles menjelaskan, bahwa PMI yang akan berangkat ke Malaysia masih tertahan karena alasan tertentu.
Sebanyak 68 calon PMI sudah siap dan mempunyai job order.
"Malaysia ini bermasalah terkait perjanjian dengan pemerintah Indonesia. Namun PMI sudah siap diberangkatkan karena sudah mempunyai job order," jelasnya.
Selain itu, Ardilles ingin adanya penambahan pengiriman PMI ke Eropa.
Alasannya, selain menambah devisa negara juga dapat menekan angka kemiskinan di Sulawesi Selatan.
"Kita ingin kemudian bukan hanya Jepang Malaysia, dan Arab Saudi, tapi masyarakat Sulsel bisa tersebar sampai Eropa," imbuhnya.
Walaupun begitu, pihaknya tetap memperhatikan kondisi keselamatan seluruh pekerja yang ada di luar negeri.
"Kita tetap memperhatikan keselamatan pekerja Sulsel yang ada di luar negeri. Kami berkordinasi dengan perwakilan Indonesia yang ada," kata Kadis itu.
Dia berpesan kepada PMI yang akan berangkat agar hemat dan terpengaruh gaya hidup masyarakat luar negeri.
"Saya pesan kepada PMI agar menabung, hemat, jangan ikuti gaya hidup disana. Terus jaga kesehatan, jika terjadi apa-apa hubungi KBRI di negara masing-masing," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pelepasan-PMI-ke-Arab-Saudi.jpg)