Universitas Hasanuddin

Termasuk Unhas Hanya 33 dari 4.500 Kampus Indonesia Terakreditasi Unggul BAN PT

Untuk kampus yang ada di wilayah Sulawesi Selatan sendiri hanya ada dua yang terakreditasi unggul yakni UUMI dan Unhas

Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM/DIWAN
Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar wisuda sarja, magister, doktor pesialis dan profesi periode III tahap 2 tahun akademik 2021/2022 di Baruga A.P. Pettarani Unhas Selasa (15/3). Unhas pada Juli 2022 mendapat akreditasi unggul dari BAN PT. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Dari 4.500 kampus yang ada di Indonesia hanya 33 diantaranya terakreditasi unggul berdasarkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi atau BAN PT, Universitas Hasanuddin atau Unhas salah satunya.

Unhas meraih akreditasi Unggul BAN PT yang diterima, Selasa (12/7/2022), dan akan berlaku hingga lima tahun ke depan.

Akreditasi unggul yang diraih Unhas ini merupakan satu peningkatan sebab sebelumnya Unhas  terakreditasi A BAN PT.

Capaian Unhas ini tentu menjadi prestasi tersendiri.

Mengingat data terbaru dari BAN PT untuk kampus di Indonesia hanya ada 33 yang terakreditasi Unggul dari 4.500 kampus.

Adapun 33 kampus yang dimaksud diantaranya yakni Intitut Teknologi Bandung atau ITB, Universitas Gadjah Mada atau UGM dan Universitas Brawijaya.

Untuk kampus yang ada di wilayah Sulawesi Selatan sendiri hanya ada dua yang terakreditasi unggul.

Yakni Universitas Muslim Indonesia atau UMI dan Unhas yang baru-baru ini mendapat predikat tersebut.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Prof Musrizal Muin menjelaskan strategi peningkatan mutu akademik yang ditempuh oleh Unhas.

LPMPP menerapkan sistem penjaminan mutu internal melalui siklus perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar internal yang melampaui standar nasional pendidikan tinggi.

Kegiatan akademik oleh program studi setiap tahun dimonitor dan dievaluasi tingkat pemenuhannya terhadap standar yang telah ditentukan.

Hasil monitoring dan evaluasi tersebut menjadi bahan tinjauan manajemen untuk mengambil langkah peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Mekanisme ini diperlukan untuk menjamin kelayakan pencapaian tingkat akreditasi yang diharapkan.

"Tantangan yang dihadapi terutama dalam membangkitkan kesadaran internal terkait budaya mutu. LPMPP menyadari perlunya hal ini dibangun, meskipun akan berjalan secara perlahan, tapi yang penting jangan pernah berhenti berusaha," jelas Prof Musrizal.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved