IRT Asal Pinrang Terancam Hukuman Mati Setelah Ditangkap Simpan Sabu 3 Kg di Rumahnya

Ibu Rumah Tangga (IRT) di Pinrang terancam hukuman mati setelah ditangkap simpan sabu 3 kg di rumahnya.

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/NINING
Press rilis pengungkapan kasus narkoba jenis sabu seberat 3 kg di Mapolres Pinrang, Sabtu (9/7/2022). pelaku AA terancam hukuman mati. 

TRIBUNPINRANG.COM, MATTIRO BULU - Ibu Rumah Tangga (IRT) inisial AA (25) terancam hukuman mati setelah ditangkap miliki sabu-sabu seberat 3 kg.

Pelaku ditangkap di rumahnya Lingkungan Massila, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Jumat (8/7/2022) sore.

Hal itu disampaikan Kasat Narkoba Polres Pinrang, AKP Syaharuddin, Senin (11/7/2022).

Baca juga: Satresnarkoba Polres Pinrang Gagalkan Peredaran Sabu 3 Kilogram Seharga Rp3,6 Miliar, Pelakunya IRT

Baca juga: Siapa IRT Asal Pinrang Inisial AA? Ditangkap di Rumahnya Gegara Ketahuan Simpan Sabu 3 Kg

Pelaku dijerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Pelaku diancam hukuman paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun pidana penjara. Atau hukuman paling berat pidana mati atau pidana penjara seumur hidup," ungkapnya.

Dia mengatakan pengungkapan ini berawal dari informasi yang didapat personel jika ada pengiriman barang narkoba dari Nunukan.

“Setelah mendapat info, anggota melakukan pemantauan di Pelabuhan Parepare. Hingga barang tersebut sampai ke kediaman AA di Pinrang,” kata Syaharuddin.

Dia mengatakan, dari hasil penggeledahan yang dilakukan di rumah pelaku, tim Satresnarkoba Polres Pinrang menemukan sebuah ember. 

Ember tersebut berisikan 7 bungkus gula pasir, 9 bungkus milo dan 3 bungkus teh cina merek quanyinwan berwarna hijau.  

Tiga bungkus teh cina itu di plaster bening yang diduga berisikan Narkotika golongan I jenis sabu dengan berat 3 Kg. 

Pihaknya langsung mengamankan AA dengan barang bukti dan langsung dibawa ke Mapolres Pinrang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Modus pelaku itu yakni sabu yang dikemas dalam bungkus teh dicampur dengan kemasan gula dan milo untuk mengelabui petugas saat dikirim dari Nunukan melalui pelabuhan Kota Parepare,”bebernya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, personel melakukan penyelidikan selama satu bulan. 

“Kurang lebih satu bulan kita melakukan penyelidikan terkait adanya pengiriman barang dari Nunukan dan alhamdulillah kita berhasil mengamankan pelaku dengan barang bukti,” ucapnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved