Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DPR RI

Tokoh Sulsel Ashabul Kahfi Masuk Kandidat Calon Ketua Komisi VIII DPR RI

Nama tokoh Sulawesi Selatan (Sulsel), Ashabul Kahfi Djamail masuk kandidat calon Ketua Komisi VIII DPR RI yang mengurusi agama dan sosial.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Sukmawati Ibrahim
ARI MARYADI/TRIBUN TIMUR
Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi Djamal. Ia masuk kandidat calon Ketua Komisi VIII DPR RI yang mengurusi agama dan sosial. Ketua Komisi VIII DPR RI adalah jabatan pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) yang dijabat fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).   

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Nama tokoh Sulawesi Selatan (Sulsel), Ashabul Kahfi Djamail masuk kandidat calon Ketua Komisi VIII DPR RI yang mengurusi agama dan sosial.

Ketua Komisi VIII DPR RI adalah jabatan pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) yang dijabat fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Jabatan Ketua Komisi VIII DPR RI akan lowong ke depan.

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto naik 'kelas' jadi Wakil Ketua MPR RI menggantikan Zulkifli Hasan.

Ashabul Kahfi Djamal adalah politisi berlatar aktivis Muhammadiyah dan akademisi.

Kahfi adalah putra ulama kharismatik Muhammadiyah Sulsel KH Djamaluddin Amien.

Ia juga menjabat Sekretaris Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sulsel, dan Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Makassar.

Yandri Susanto resmi dilantik menjadi Wakil Ketua MPR RI di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/6/2022) kemarin.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memimpin langsung pelantikan, didampingi pimpinan MPR RI lainnya.

Fraksi PAN segera menunjuk pengganti Yandri Susanto sebagai Ketua Komisi VIII DPR setelah pengawasan ibadah haji selesai.

Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyampaikan, sejumlah nama calon kandidat Ketua Komisi VIII DPR.

"Ada banyak sebetulnya kalau mau disebut-sebut ya ada, Prof Zainuddin Maliki cocok, saya juga cocok, ada Ahmad Yohan, ada Rizki Sadig, ada Andi Yuliani Paris, ada Ashabul Kahfi juga," kata Saleh kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/6/2022).

Yang menarik, ada dua nama tokoh Sulsel yang disebut Saleh. 

Ashabul Kahfi Djamail dan Andi Yuliani Paris adalah politisi asal Sulsel

Saat ini Kahfi duduk di Komisi IX yang mengurusi kesehatan dan ketenagakerjaan. 

Ia pernah tiga periode menjabat Wakil Ketua DPRD Sulsel, dari tahun 2004 hingga 2019. Kahfi terpilih dari daerah pemilihan (dapil) 1 Sulsel.

Andi Yuliani Paris juga tokoh asal Sulsel. Ia terpilih anggota DPR RI dari dapil Sulsel 2.

Saat ini Andi Yuliani Paris menjabat Sekretaris Jenderal Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Saleh mengungkap, ada sejumlah pertimbangan yang akan dilihat sebelum resmi menunjuk pimpinan Komisi VIII DPR.

Mulai dari latar belakang pendidikan hingga pengalaman berorganisasi.

Selain itu, representasi perwakilan wilayah juga akan dipertimbangkan.

"Tentu nanti kita akan lihat latar belakangnya pendidikannya, kemudian latar belakang organisasinya, kemudian pengalaman politiknya, itu juga penting dan juga representasi wilayah yang akan duduk di sana," ujar Saleh.

"Kan ada dari Barat seperti Mas Yandri ini kan dari wilayah Barat, masa dari wilayah Barat semua, Bang Zul juga dari Barat, saya dari Barat juga," katanya.

Sementara itu, Ashabul Kahfi Djamal yang dihubungi belum mau berkomentar banyak. Ia memilih fokus menjalankan tugas sebagai anggota komisi IX DPR RI.

Sebagai kader, Kahfi menyatakan siap apapun penugasan partai.

"Sebagai kader, kita siap ditempatkan dan ditugaskan di mana saja oleh partai. Posisi Ketua Komisi VIII itu wewenang ketua umum melalui perpanjangan tangan fraksi," katanya saat dihubungi Jumat (1/7/2022)

Profil Ashabul Kahfi

Ashabul Kahfi lahir di Kabupaten Bantaeng Sulsel, 13 Maret 1961. 

Ia menamatkan pendidikan menengahnya di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah – Yogyakarta.

Setelah cukup mengenyam pendidikan di kota gudeg, Yogyakarta. 

Ia melanjutkan pendidikan sarjananya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar, tamat tahun 1985. Kemudian pascasarjana IAIN Alauddin tahun 1995.

Selepas kuliah, ia mengabdikan diri menjadi dosen di almamaternya, IAIN dan Universitas Muhammadiyah Makassar. 

Tercatat ia pernah menjadi dekan fakultas agama Islam di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Sejak masih belia, Kahfi terlibat berorganisasi di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan menjadi Ketua IPM Cabang Tamalate (1981).

Kemudian Ketua Lembaga Dakwah HMI Cabang Makassar (1982-1984) dan Ketua Koordinator Komisariat IMM IAIN Alauddin (1984-1986).

Di samping terlibat dalam organisasi ekstra kampus, Kahfi juga terlibat di organisasi internal kampus dengan menjadi Ketua BKPM IAIN Alauddin (1984-1986).

Terakhir ia diamanatkan sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan (2000-2003).

Sebelum akhirnya meminta izin karena keterlibatannya dalam pencalonan anggota legislatif di pemilu 2004.

Karier politiknya dimulai dari keterlibatannya dalam deklarasi Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan di awal-awal PAN berdiri. 

Kemudian menjadi carateker gerakan muda PAN.

Kini mantan PR I Unismuh ini berkiprah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Sulawesi Selatan (2005-sekarang) setelah melalui proses pemilihan yang demokratis dan penuh dengan kompetisi berhadapan dengan sejumlah kader-kader muda PAN lainnya.

Di samping sebagai Ketua PAN, ia pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Sulsel tiga periode, 2004-2009, 2009-2014, 2014-2019.

Kini Ashabul Kahfi duduk sebagai wakil rakyat di parlemen Senayan komisi IX yang membidangi kesehatan. (*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved