FTI UMI

Prof Zakir Sabara Ulas Hakikat Air dan Kutip Penafsiran Quraish Shihab di Pengukuhan Guru Besarnya

Prof Dr Zakir Sabara H Wata ST MT IPM ASEAN Eng akan dikukuhkan sebagai guru besar pada FTI UMI.

Editor: Edi Sumardi
DOK TRIBUN TIMUR DAN DOK PRIBADI
Guru besar dalam bidang ilmu Teknik Kimia pada Fakultas Teknologi Industri atau FTI UMI, Prof Dr Ir Zakir Sabara H Wata ST MT IPM ASEAN Eng. Dia akan dikukuhkan melalui Sidang Terbuka Senat UMI, di Auditorium Al Jilbra, kampus UMI, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Sulsel, Rabu (29/6/2022) pagi ini. 

* Dikukuhkan melalui Sidang Terbuka Senat UMI, pagi ini

* Zakir Sabara H Wata guru besar pertama spesialisasi Robust Decision Making dalam bidang Teknik Kimia

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Prof Dr Zakir Sabara H Wata ST MT IPM ASEAN Eng akan dikukuhkan sebagai guru besar pada FTI UMI.

Dia menjadi guru besar pertama spesialisasi Robust Decision Making (RDM) dalam bidang Teknik Kimia.

Prosesi pengukuhan akan berlangsung melalui Sidang Terbuka Senat UMI, di Auditorium Al Jilbra, kampus UMI, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Sulsel, Rabu (29/6/2022) pagi ini.

Dalam prosesi pengukuhan tersebut, Zakir Sabara H Wata akan menyampaikan pidato berjudul "Air dan Kita, Menyikapi Ancaman Kelangkaan Pasokan Air Bersih Akibat Perubahan Iklim Global".

"Hal ini menarik dikaji bersama, sebab banyak pelajaran dan hikmah yang dapat kita petik dari air yang selalu ada di kehidupan kita, bahkan tubuh kita pun mengandung 53 persen hingga 70 persen air. Setiap 22 Maret, diperingati dunia sebagai Hari Air. Air dankita, keduanya makhluk dan hamba Allah Swt. Masing-masing diberi berkah berupa tugas dan tanggung jawab, namun tentu saja dengan tingkat kepatuhan yang sangat berbeda," demikian penggalan dari naskah pidato Zakir Sabara H Wata yang dikutip Tribun-Timur.com.

Alumnus Program Doktor Ilmu Lingkungan pada Universitas Brawijaya itu lalu menjelaskan tentang hakikat penciptaan air dengan Surah Al-Furqan Ayat 53 dan penafasiran ayat itu.

Allah Swt menciptakan air bukan hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia semata.

Di dalamnya ada tanda kekuasaan Allah Swt.

"Lebih dari itu, air juga menjadi satu tanda kekuasan Allah Swt. Dalam sains ada hukum yang menyatakan bahwa ketika dua zat cair berbeda kadar konsentrasi dan viskositas atau kekentalannya dicampur dan saling bertemu, maka akan terjadi peristiwa difusi atau saling melarutkan," kata Zakir Sabara H Wata dalam naskah pidatonya.

Baca juga: Prof Zakir Sabara H Wata Bisa Naik ke Jabatan Guru Besar dalam Tempo 1,5 Tahun, Apa Rahasianya?

Lebih lanjut, kata dia "Allah Swt menginformasikan melalui Al-Qur’an Surah Al-Furqan Ayat 53 yang diterjemahkan: 'Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir secara berdampingan, yang satu tawar nan segar, sementara yang lainnya asin lagi pahit. Dan Dia jadikan antara keduanya dinding, batas yang menyebabkan kedua air tersebut tidak membaur satu sama lain."

Apa maksud dari ayat tersebut?

Ahli tafsir Alquran, Prof Dr H Muhammad Quraish Shihab Lc MA menjelaskan bahwa ayat tersebut menunjukkan nikmat Allah kepada hamba - hamba-Nya berupa tidak bercampurnya air asin yang merembes atau mengalir dari lautan ke bebatuan dekat pantai dengan air tawar yang merembes atau mengalir ke laut dari daratan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved