Pekan Depan, Dewa-19 Guncang Panggung Makassar dalam Konser 30 Tahun Berkarya
Kota Makassar mendapat kehormatan sebagai salah satu kota dari 5 kota pertama pembuka Anniversary Tour 30 Years of DEWA 19 tersebut.
Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sukses 30 tahun berkarya di industri musik Indonesia, DEWA 19 bakal melepas kerinduan bersama para Baladewa di 30 kota, termasuk Kota Makassar.
Kota Makassar mendapat kehormatan sebagai salah satu kota dari 5 kota pertama pembuka Anniversary Tour 30 Years of DEWA 19 tersebut.
Konser ini bakal digelar di Phinisi Ballroom Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Kota Makassar, Rabu (6/7/2022).
Konser ulang tahun ke-30 ini sekaligus bentuk kangen DEWA 19 setelah 2 tahun menjaga diri dari badai pandemi Covid-19.
Merayakan jalan panjang eksistensi mereka tersebut, DEWA 19 sudah menyiapkan 30 lagu pilihan yang akan dibawakan secara spesial.
Sang penggawa Ahmad Dhani mengatakan konsep setiap lagu juga dikemas berbeda demi momen temu kangen 30 tahun ini.
“Semua ini kami siapkan demi para Baladewa yang selalu menemani langkah DEWA 19 sejak 30 tahun lalu,” jelas Ahmad Dhani, via rilis, Selasa (28/6/2022).
Sejumlah musisi bintang yang sangat dekat dan berperan penting dalam perjalanan ‘DEWA 19’ juga akan ambil bagian dalam perayaan ini.
Beberapa di antaranya adalah Marcello Tahitoe (Ello) dan Virzha.
Begitu spesialnya, Anniversary Tour 30 Years of DEWA 19 ini, Ahmad Dhani menggandeng promotor Antara Suara untuk konser di 5 kota pertama.
Hal itu dilakukan demi merealisasikan konsep istimewa dalam turnya.
CEO Antara Suara, Andri Verraning Ayu menjelaskan, bukan hanya suguhan pengalaman yang intim, hangat, dan engaging saja yang akan diberikan untuk para Baladewa, namun juga dengan berbagai keiistimewaan lain.
Salah satunya dengan menggabungkan konsep teknologi Non-Fungible Token (NFT) dalam sebuah pagelaran konser musik.
“DEWA 19 akan menjadi konser musik pertama di Indonesia yang menyuguhkan konsep tersebut. Antara Suara tidak memandang musik dari lagu, genre, dan musisinya saja, namun lebih dari itu,” jelasnya.
“Industri musik kami rasa bisa adaptif dengan teknologi populer seperti NFT. Sehingga pengalaman menikmati konser band favorit menjadi lebih engaged dan spesial dari sebelumnya,” sambung Ayu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/deewa-11.jpg)