PPDB Online 2022

Setiawan Aswad Sebut Filosofi Zonasi Kembalikan Hakikat Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulawesi Selatan (Sulsel),  Setiawan Aswad menyebut, filosofi zonasi adalah mengembalikan hakikat pendidikan.

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tangkap Layar Youtube Tribun Timur
Tangkapan layar live Bincang Kota dengan tema: Apa Kabar PPDB Online Hari Pertama? di YouTube Tribun Timur, Senin (20/6/2022). Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulawesi Selatan (Sulsel),  Setiawan Aswad menyebut, filosofi zonasi adalah mengembalikan hakikat pendidikan sebagai bentuk pelayanan dasar.   

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulawesi Selatan (Sulsel),  Setiawan Aswad menyebut, filosofi zonasi adalah mengembalikan hakikat pendidikan sebagai bentuk pelayanan dasar.

Setiawan Aswad mengibaratkan pelayanan dasar pendidikan sebagai oksigen bagi manusia.

Dengan diterapkannya zonasi PPDB, tidak ada lagi status sosial, ekonomi dan juga strata dalam pendidikan.

Sebab peserta didik baru akan masuk di sekolah yang dekat dari lokasi domisilinya.

Demikian disampaikan Setiawan saat live Bincang Kota dengan tema: Apa Kabar PPDB Online Hari Pertama? di YouTube Tribun Timur, Senin (20/6/2022) sore.

"Pusat pelayanan pendidikan itu disesuaikan dengan lokasi wilayah itulah yang dinamakan basis zonasi," kata Setiawan Aswad.

Setiawan mengatakan, awalnya sistem zonasi menerapkan 90 persen minimum harus berada di dekat tempat tinggal peserta didik baru.

Namun, saat ini jumlah minimum zonasi dikurangi menjadi 50 persen.

Setiawan menjelaskan, latar belakang diterapkannya sistem ini adalah praktik di negara maju yang memiliki kualitas layanan pendidikan baik.

Penerapan inilah diterapkan di Indonesia agar layanan pendidikan juga bisa merata kepada semua warga negara.Sebab Indonesia lambat laun juga pasti akan menerapkan sistem tersebut.

"Kita harus mulai, tidak bisa tidak. Karena pada akhirnya kita akan mengarah ke sana," kata  Setiawan Aswad

"Jadi diterapkanlah sistem zonasi itu," Setiawan Aswad menambahkan. 

Dalam sistem zonasi ini, kedekatan domisili menjadi prasyarat utama calon peserta didik untuk menikmati layanan pendidikan.

Salah satu prasyarat utama dari sistem zonasi yang ideal adalah kualitas layanan pendidikan di setiap sekolah itu relatif sama.

"Jadi peserta didik itu kalau diarahkan sekolah sesuai dengan kedekatan domisilinya maka tidak ada masalah karena mereka beranggapan berada di sekolah unggulan dan bukan," kata Setiawan Aswad.

"Sehingga kualitas layanan pendidikan itu relatif sama satu dengan lainnya," tutup Setiawan Aswad. (*)

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved