Prof Jamaluddin Jompa Cemburui Produktivitas Abdul Madjid Sallatu: Padahal Saya Lebih Muda
Prof Jamal juga menyampaikan terima kasih karena Abdul Madjid memilih almamaternya sebagai lokasi diseminasi bukunya.
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Jamaluddin Jompa merasa cemburu dengan produktivitas akademisi seniornya Abdul Madjid Sallatu.
Hal itu disampaikan Prof Jamal dalam sambutannya di acara diseminasi buku Abdul Madjid Sallatu di Hotel and Convention Centre Universitas Hasanuddin, Senin (13/6/2022) pagi.
Diskusi buku digelar secara blended, dan disiarkan langsung melalui Youtube Tribun Timur.
"Buku ini saya kira trilogi, karena ada tiga buku. Saya belum baca semua, tapi ini satu hal yang berdimensi banyak. Pertama saya ingin katakan, saya cemburu Kak Madjid, karena di usia beliau, saya lebih muda, tapi beliau begitu produktif menulis," kata Prof Jamal disambut tepukan tangan peserta.
Prof Jamal berharap, bukan hanya dirinya yang cemburu dan tersinggung atas produktivitas Madjid berkarya, tetapi juga seluruh akademisi Unhas.
"Saya berharap bukan hanya saya yang cemburu dan tersinggung, tapi juga hadirian di ruangan. Banyak akademisi di ruangan ini masih muda, yang merasa muda tolong tersinggung sedikit," katanya.
"Bagaimana pun menulis buku itu tidak mudah. Dan ini kita patut beri apresiasi kepada Kak Madjid," lanjutnya.
Prof Jamal juga menyampaikan terima kasih karena Abdul Madjid memilih almamaternya sebagai lokasi diseminasi bukunya.
"Selaku rektor Unhas, saya ingin ucapkan terima kasih atas dipilihnya tempat ini Kak Madjid. Ini adalah tempat kita bersama, karena Kak Madjid adalah bagian dari sivitas akademika Unhas, sehingga Kak Madjid pilih rumahnya sendiri tempat meluncurkan bukunya," katanya.
Dalam kesempatan itu, Prof Jamal memperkenalkan Hotel and Convention Centre Universitas Hasanuddin.
Ia mengatakan, tempat itu terbagi bagi umum yang ingin menggelar acara diskusi.
"Ini sebagai promosi buat para undangan dan mitra, untuk pilih tempat ini, walaupun masih dibenahi. Mudah-mudahan event berikutnya ini makin baik lagi," katanya.
Jangan Percaya Orang Tidak Bawa Buku
Prof Jamaluddin Jompa mengutip kata-kata Lemonis Niket. Pesannya jangan percaya kepada orang-orang tidak pernah bawa buku.
"Beliau katakan, jangan percaya pada orang-orang yang tidak pernah bawa buku. Mohon bapak ibu hati-hati. jangan sampai bapak ibu tidak pernah bawa buku, itu ciri-ciri jangan dipercaya," katanya.
Sedangkan orang yang bawa buku indikator yang bisa dipercaya.
"Apalagi kalau orang menulis buku. Mari tepuk tangan kepada Kak Madjid," katanya.
Prof Jamal mengatakan buku adalah penting bagi universitas, termasuk bagi Unhas.
Ia pun menyampaikan program 100 hari kerjanya, membangun perpustakaan modern.
"Kami sangat serius, dalam program 100 hari, kami rancang program perpustakaan modern, sehingga buku jadi inspirator kemajuan. Kita harap kita melahirkan publikasi dan buku-buku. Jadi knowledge produser," katanya.
"Buku-buku ini akan kita sebar luas melalui media online dan acara seperti ini. Kita harus sharing terus ilmu pengetahuan, saya jadikan ini contoh seorang Abdul Madjid Sallatu, namanya keran, terkenal di forum-forum diskusi, bahkan kadang-kadang kontroversi tapi di sisi lain beliau tetap produktif menulis," katanya.
Prof Jamaluddin menyampaikan peluncuran buku karya Abdul Madjid Sallatu jadi peringatan bagi para akademisi yang belum melahirkan buku.
Menurutnya, tidak ada lagi alasan akademisi Unhas tidak bisa menulis buku. Unhas membutuhkan banyak penulis buku.
"Karena kita dalam upaya, banyak di antara kita barangkali tidak senang world class university, saya juga tidak senang. Tapi saya yakin dan percaya pasti bapak ibu di sini tidak ikhlas kalau Unhas posisinya di bawah," katanya.
"Walau kita tidak senang diranking, saya pun tidak senang. Tapi kita tidak mau nama besar Unhas dilihat sebelah mata orang karena kita berada di bawah daftar itu. Oleh karena itu ayo kita terus gelorakan semangat untuk menulis, sharing ilmu pengetahuan, bahwa kita memang ada, kita ada dan berkontribusi," katanya.(*)
Baca berita terbaru dan menarik lainnya dari Tribun-Timur.com via Google News atau Google Berita